REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Rasa lapar karena sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tak menyurutkan semangat Suwarsih (65 tahun) untuk berburu komoditas pangan murah. Bersama ratusan warga lainnya, ia rela antre panjang di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (24/2/2026).
Masyarakat antusias membeli sejumlah bahan pokok dalam gelatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dibuka sejak pukul 15.30 WIB. Suwarsih bersama warga lainnya rela antre dan berdesak-desakan demi mendapatkan pangan dengan harga di bawah pasaran.
Baca Juga
Mensos Pastikan Bansos PKH dan Sembako Cair Saat Ramadhan
Sembako di Majalengka Naik Gila-gilaan, Cabe Rawit Merah dari Rp 40 Ribu Jadi Rp100 Ribu per Kg
Cara KDM Pastikan Masa Depan 13 Warga Jabar yang Jadi Korban TPPO di NTT
Seperti beras SPHP seharga Rp 50.000/5 kg, Minyakita 1 liter Rp 13.700, Minyakita 2 Liter Rp 27.400, telur ayam Rp 28.000/kg, gula putih Rp 15.500/kg, terigu Rp 10.000/kg, juga aneka sayuran dan daging-dagingan. Selain itu juga terdapat bazaar kuliner untuk penganan berbuka puasa. "Saya tertarik karena harga yang ditawarkan murah. Dan ternyata benar, lebih murah dari pasar," tutur Suwarsih. .rec-desc {padding: 7px !important;}
Warga Antre Berburu Komoditas Pangan Murah di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (24/2/2026). - (Ferry Bangkit/ Republika)
Salah satu bahan pokok yang diburu Suwarsih ialah telur ayam dan minyak goreng yang harganya jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar. Ia mengaku sangat terbantu dengan gerakan pangan murah yang dinisiasi Polres Cimahi bersama Pemkot Cimahi ini. "Di pasar harganya Rp 31.000-32.000/kg, disini Rp 28.000/kg jadi selisihnya lumayan. Juga beli Minyakita harganya jauh dengan di pasar dan di warung, sama beras SPHP biasa Rp 58.000/5 kg jadi Rp 50.000/kg. Senang lah kegiatan ini, antusias beli karena harganya lebih murah. Jadi sangat terbantu sekali, apalagi bulan ramadan banyak kebutuhan," kata dia.