Jakarta, VIVA – Minum kopi sudah menjadi kebiasaan banyak orang sebelum memulai aktivitas. Saat Ramadhan, tak sedikit yang tetap ingin menikmati kopi saat sahur dengan harapan tubuh lebih segar dan kuat menjalani puasa. Namun, benarkah minum kopi saat sahur benar-benar membantu menambah energi sepanjang hari?
Dokter Tirta menjelaskan bahwa kafein memang memiliki efek tertentu pada tubuh. Salah satunya adalah efek stimulan, di mana membuat seseorang justru lebih sering buang air kecil dan rentan haus.
“Tahu nggak salah satu efek kafein adalah stimulan, stimulan itu meningkatkan aktivitas jantung dan juga pipis. Jadi kalian malah rentan haus,” kata Dokter Tirta yang dikutip dari tayangan YouTube pada Selasa, 24 Februari 2026.
Dari penjelasan tersebut, kafein bekerja sebagai stimulan, yaitu zat yang merangsang sistem saraf. Efeknya, detak jantung meningkat dan tubuh terasa lebih terjaga. Inilah yang membuat banyak orang merasa lebih fokus dan tidak mengantuk setelah minum kopi. Namun, ada efek lain yang perlu diperhatikan, yaitu meningkatnya frekuensi buang air kecil.
Ketika tubuh lebih sering buang air kecil, cairan dalam tubuh berkurang lebih cepat. Akibatnya, rasa haus bisa muncul lebih awal saat puasa.
“Jadi kalau kalian ngopi pas sahur boleh tapi nanti akan pipis, stimulan jadinya rentan haus,” katanya lagi menambahkan.
Artinya, minum kopi saat sahur sebenarnya tidak dilarang. Namun, perlu dipahami bahwa efeknya bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, puasa bisa terasa lebih berat.
Selain itu, banyak orang khawatir kopi akan membuat sulit tidur di malam hari. Menurut Dokter Tirta, efek kopi tidak selama yang dibayangkan.
“Kalau saya waktu ngopi yang pas puasa tak geser pas habis Isya,” ujarnya.
“Kan nggak bisa tidur? Lebay, efek kopi itu cuma bertahan 3 jam di dalam tubuh berarti kan setelah selesai tarawehan tidur. Apalagi kalau malam Nuzulul Quran kan begadang tuh kan cocok,” tandasnya.




