Mengulik Potensi Wisata Internasional Lewat Pembukaan kembali Bandara Pinang Kampai Dumai

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PEKANBARU - Kota Dumai di Provinsi Riau memiliki potensi yang besar sebagai lokasi penyelenggaraan agenda wisata internasional, karena didukung lokasi strategis yang dekat dengan negeri jiran, seperti wilayah Malaka, Malaysia. 

Potensi itu semakin besar untuk dimaksimalkan, menyusul telah diterbitkannya kembali izin operasional bandara di pesisir timur Sumatra tersebut.

Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Riau mengajak maskapai untuk membuka rute penerbangan menuju Bandara Pinang Kampai Dumai guna menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. 

Ketua Asita Riau Dede Firmansyah mengatakan Dumai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan berskala nasional maupun internasional. Namun, optimalisasi tersebut membutuhkan dukungan konektivitas udara yang memadai.

“Dulu sebelum Covid19, sudah ada rute penerbangan Dumai–Batam dan Dumai–Medan, bahkan Dumai–Jakarta via Halim Perdana Kusuma oleh TransNusa. Artinya, secara pasar sebenarnya sudah pernah terbentuk,” ujar Dede, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, ASITA Riau dalam waktu dekat juga berencana melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Dumai untuk membahas strategi pengembangan pariwisata dan konektivitas udara. 

Baca Juga

  • Tarif Foto, Video, dan Drone di Kawasan Taman Wisata Alam Bali Tembus Rp20 juta
  • Kunjungan Wisatawan Jatim Tembus 15 Juta, Hotel Perkuat Diversifikasi Layanan
  • KDM Siapkan Skema Kampung Wisata untuk Warga Majalengka

Dia menilai, kolaborasi antara asosiasi, maskapai, dan pemerintah daerah menjadi kunci kebangkitan operasional bandara tersebut.

“Kami ingin bertemu Wali Kota Dumai karena di sana banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Bahkan kami berencana menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASITA di Dumai pada 2027, insya Allah,” katanya.

Dede menambahkan, posisi geografis Dumai yang berdekatan dengan Malaysia menjadi nilai tambah tersendiri. Ke depan, ia berharap dapat melibatkan negara tetangga seperti Malaysia dan Malaka dalam berbagai agenda atau event di Dumai.

“Dumai ini dekat dengan Malaysia. Kalau banyak event internasional digelar, tentu sangat potensial menarik wisatawan mancanegara. Rute pendek internasional seperti ke Subang atau Malaka bisa jadi peluang,” ujarnya.

Selain itu, akses darat Dumai–Pekanbaru yang kini semakin mudah melalui jalan tol juga menjadi faktor pendukung. Namun, ia mengakui masih terdapat keterbatasan pada sisi infrastruktur bandara Dumai, terutama panjang runway hanya mencapai 1.800 meter yang memengaruhi jenis pesawat yang bisa beroperasi.

“Pesawat jenis ATR itu kapasitasnya sekitar 78–80 penumpang dan cocok di Bandara Dumai. Kalau event-event besar rutin digelar dan mendatangkan banyak wisatawan, tentu potensi pengembangannya besar. Karena itu kami juga akan mengajak maskapai seperti TransNusa dan Wings Air untuk melihat peluang ini,” jelasnya.

Dia mencontohkan sejumlah event di Dumai yang mampu menarik perhatian publik, termasuk menghadirkan artis nasional seperti Wali Band yang memiliki basis penggemar cukup besar di Malaysia.

“Kalau artis yang punya banyak fans di Malaysia diundang tampil di Dumai, kenapa tidak sekalian kita tarik wisatawan Malaysia datang langsung? Ini bisa menjadi strategi event tourism yang kuat,” tambahnya.

ASITA Riau berharap, dengan sinergi yang terbangun dan kalender event yang terstruktur, operasional penerbangan di Dumai dapat kembali bergeliat dan menjadi penggerak ekonomi baru bagi wilayah pesisir tersebut.

Sebelumnya disebutkan izin operasional Bandara Pinang Kampai resmi terbit. Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Pelita Air Service yang ditunjuk oleh Pertamina akan bersinergi dalam pengelolaan operasional bandara tersebut.

Meski izin sudah dikantongi, Pemko Dumai kini bergerak cepat melakukan langkah strategis untuk menarik minat maskapai agar segera membuka rute penerbangan dari dan menuju Dumai.

Kepala Dishub Kota Dumai, Said Effendi menjelaskan secara teknis Bandara Pinang Kampai memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 1.800 meter. Dengan spesifikasi tersebut, bandara saat ini dapat melayani pesawat jenis Fokker maupun jet pribadi serta jet regional.

“Untuk pesawat berbadan lebar seperti Boeing atau Airbus memang belum memungkinkan. Namun infrastruktur yang ada sudah sangat memadai untuk pesawat jenis jet regional dan Fokker,” ujar Said.

Saat ini, Dishub Dumai tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah maskapai nasional guna mengisi jadwal penerbangan di Pinang Kampai. Beberapa maskapai yang masuk dalam penjajakan di antaranya TransNusa dan Lion Air.

Adapun rencana rute yang tengah digodok meliputi Dumai–Batam (PP), Dumai–Medan (PP), serta Dumai–Jakarta (PP) jika secara teknis memungkinkan.

Said berharap proses komunikasi dengan maskapai dapat membuahkan hasil dalam waktu dekat, terutama untuk mengejar momentum mudik Lebaran tahun ini.

“Target kami, semoga menjelang mudik Idulfitri maskapai sudah mulai beroperasi sehingga memudahkan masyarakat Dumai yang ingin pulang kampung dengan lebih efisien,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menyambut positif terbitnya izin operasional tersebut. Ia menegaskan bahwa pengaktifan kembali Bandara Pinang Kampai menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

“Bandara ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan dikelolanya bandara oleh Pelita Air Service bersama Pemko Dumai, kita optimistis konektivitas udara di Kota Dumai akan segera pulih,” pungkas Sugiyarto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Makanan Pencegah Demensia Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Otak
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan Jogja Hari Ini 25 Februari 2026, Lengkap Niat Puasa
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Kota Makassar Dikepung Banjir, 5 Kecamatan Terendam
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Masih 10,68%, Emiten Prajogo TPIA Bicara Kesiapan Penuhi Free Float 15%
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
BGN Tegaskan Anggaran MBG per Porsi Rp8-10 Ribu, Bukan Rp15 Ribu
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.