Makassar: Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Setidaknya ada lima kecamatan yang terkena dampak banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Dari pantauan di salah satu daerah di Kecamatan Manggala, warga yang berada di Blok 8 dan 10 Perumnas Antang mulai meninggalkan rumahnya. Mereka memilih menuju lokasi pengungsian untuk menghindari banjir yang semakin tinggi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Fadli Tahar mengatakan banjir yang menerjang Kota Makassar tersebar di berbagai daerah. Ketinggian banjir berbeda di tiap wilayah.
"Yang terdampak banjir itu ada lima kecamatan, masing-masing Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Tamalate," katanya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan seperti dilansir Antara, Rabu, 25 Februari 2026.
Dia juga mengatakan debit air paling tinggi berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya. Ketinggian air mencapai tiga meter.
Baca Juga :
Dilanda Cuaca Ekstrem, Disdik Makassar Terapkan Pembelajaran Daring 25-28 Februari
"Ada dua kecamatan dengan debit air yang paling tinggi. Namun sebenarnya ada beberapa, tetapi yang terdampak banjir paling tinggi itu ada dua kecamatan," ujarnya .
Sebagai antisipasi bertambahnya jumlah pengungsi, BPBD mendirikan sebanyak enam posko pengungsian. Pendirian posko difokuskan di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.
"Tetapi saat ini kita dirikan lagi posko untuk posko pengungsi, ada enam," ungkapnya.
Ilustrasi Medcom.id
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan Pemerintah Kota berkomitmen penuh memastikan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak. Kebutuhan dasar seperti makanan untuk buka puasa dan sahur, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus menjadi prioritas utama.
Munafri juga menginstruksikan jajaran BPBD, Dinas Sosial, serta seluruh elemen camat dan lurah terkait untuk tetap siaga di lokasi.
"Saya minta teman-teman dari BPBD, Dinas Sosial, dan seluruh elemen untuk siaga. Pada saat ada yang dibutuhkan, harus bisa merespons lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat," imbuhnya.




