Sebagai konsumen, terkadang muncul pertanyaan di benak kita, dari mana asal muasal bahan bakar minyak penopang roda ekonomi dan bagaimana memastikan kualitasnya terjamin. Bagi kita yang beraktivitas memutar roda perekonomian di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, energi kendaraan bermotor ternyata disuplai fasilitas obyek vital Pertamina, yaitu Integrated Terminal Jakarta (ITJ) Plumpang, Jakarta Utara.
Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto, Sekretaris Korporat Pertamina Arya Dwi Pramita, dan Sekretaris Korporat Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mendampingi sejumlah pemimpin redaksi massa nasional berkeliling melihat berbagai fasilitas ITJ Plumpang pada Jumat (13/2/2026). Sebelum kami meninggalkan ruang pertemuan di kantor Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) ITJ Plumpang, petugas Pertamina Patra Niaga mengumumkan, gawai dan korek api wajib ditinggalkan sesuai prosedur standar keamanan dan keselamatan kerja di lokasi obyek vital.
Fasilitas ini bukan sekadar kompleks obyek vital biasa, melainkan tiga urat nadi energi kawasan Ibu Kota dan daerah penyangganya, yakni TBBM Plumpang, TBBM Tanjung Priok, dan Terminal LPG Tanjung Priok. Berdiri sejak tahun 1974, ITJ Plumpang terus mengalami modernisasi tanpa henti.
Skala operasinya mungkin sulit dibayangkan masyarakat awam. Di atas lahan seluas 48 hektar di Plumpang, ada 26 tangki timbun raksasa yang menampung 324.132 kiloliter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, FAME, dan Pertamina Dex.
Tangki-tangki raksasa beraneka ukuran tersusun rapi. Ada satu tangki berkapasitas 20.000 kiloliter atau 20 juta liter BBM. Sebagai ilustrasi, isi penuh tangki raksasa tersebut cukup untuk 100.000 kali perjalanan pergi-pulang menggunakan mobil dari Tangerang Selatan, Banten, ke Langsa, Aceh, yang berjarak 2.100 kilometer.
Peran ITJ Plumpang sangat krusial bagi perekonomian Jabodetabek. Fasilitas ini memikul beban 20 persen dari total penyaluran BBM skala nasional. Sebanyak 70 persen adalah BBM penugasan (public service obligation/PSO) yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat banyak dan 30 persen sisanya adalah BBM komersial.
Dari ITJ Plumpang, energi ini mengalir melalui rute layaknya jaring laba-laba raksasa untuk menyuplai sekitar 1.200 lembaga penyalur. Awak mobil tangki (AMT) mengantarkan BBM ke 70 SPBU milik Pertamina (company owned company operated/COCO), 848 SPBU swasta (dealer owned dealer operated/DODO), 135 Pertashop, serta 101 lokasi pabrik/TNI/Polri.
Jangkauan distribusinya menembus 18 kota dan kabupaten di Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. Mulai dari Jakarta membelah kemacetan lalu lintas hingga melintasi batas provinsi menuju Lebak, Pandeglang, Sukabumi, dan Cianjur.
Para AMT baru akan mengetahui tujuan pengiriman BBM begitu mereka keluar dari gerbang ITJ Plumpang. Roberth menjelaskan, pengaturan ini menggunakan sistem digital Pertamina untuk menyinkronkan tujuan perjalanan mobil tangki dengan SPBU yang paling membutuhkan BBM.
Sebelum mengalir ke nozel SPBU di sekitar kita, BBM menempuh perjalanan yang luar biasa. Mayoritas produk bensin, seperti Pertalite dan Pertamax, didatangkan dari luar negeri dengan kapal bersandar di empat dermaga (jetty) Pelabuhan Tanjung Priok yang beroperasi 24 jam.
Bagi pengguna kendaraan bermesin diesel, suplai BBM menempuh rute yang lebih dramatis. Solar tidak diangkut mobil tangki dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pertamina membangun jaringan pipa berdiameter 16 inci sepanjang 212 kilometer dalam tanah dari Kilang Balongan langsung menuju tangki timbun ITJ Plumpang. Solar dipompa dari Balongan ke Plumpang dengan kecepatan aliran 500 kiloliter per jam.
Tentu saja, volume raksasa tidak ada artinya jika ternyata ada BBM yang tidak sesuai standar kualitas Pertamina. Pertamina memberlakukan prosedur standar pengendalian kualitas yang sangat ketat. Terdapat lima lapis pemeriksaan ketat untuk menjaga kualitas setiap liter BBM.
Pemeriksaan pertama adalah sebelum kapal berangkat dari pelabuhan muat (loading port), spesifikasi BBM sudah dikunci dan disertifikasi melalui certificate of quality (CoQ). Kedua, saat kapal merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, petugas mengambil sampel dari setiap kompartemen kapal untuk diuji di laboratorium. Jika hasilnya di luar spesifikasi, petugas penerima tidak akan mengizinkan BBM kapal disedot ke tangki penampung.
Ketiga, untuk pasokan BBM dari Kilang Balongan, petugas memantau kualitas melalui pengujian sampel berkala setiap 15 hingga 60 menit sekali dari aliran pipa. Keempat, begitu BBM masuk ke tangki Plumpang, BBM didiamkan (settling) selama sekian jam. Uji laboratorium kembali dilakukan dan sampel rujukan (retain sample) wajib disimpan selama minimal 14 hari sebagai bukti otentik jika belakangan muncul keluhan terkait kualitas.
Kelima, sebelum BBM dipompa ke mobil tangki untuk diantar ke SPBU, pengujian laboratorium kembali diwajibkan. Bahkan, petugas keamanan masih menginspeksi kejernihan visual secara acak langsung dari truk tangki setelah pengisian.
Di balik meja Laboratorium BBM Pertamina Patra Niaga di ITJ Plumpang, para analis rutin memeriksa sampel untuk menjaga kualitas BBM sesuai standar sebelum disalurkan ke konsumen. Untuk memenuhi standar uji mutu BBM, ITJ Plumpang menerapkan teknologi canggih menggunakan Cooperative Fuel Research (CFR) Engine buatan AS.
CFR Engine adalah mesin pengujian sesuai standar ASTM D-6299 yang digunakan untuk menguji kualitas bahan bakar, khususnya menentukan nilai kandungan Research Octane Number (RON) BBM. Mesin ini menjadi standar global yang diakui internasional untuk pengujian bahan bakar dengan mengukur ketahanan bahan bakar terhadap detonasi (knocking) dan pengaruhnya terhadap keandalan mesin melalui simulasi kondisi pembakaran yang terkontrol ketat.
Fasilitas pengujian ITJ Plumpang bersertifikat internasional ISO 17025:2017 dengan semua instrumen dikalibrasi sesuai standar Komite Akreditasi Nasional (KAN). Para analis laboratorium ITJ Plumpang juga memiliki sertifikasi profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan menggunakan alat mutakhir seperti CFR Engine untuk menguji parameter RON secara presisi.
Untuk menyalurkan BBM dari ITJ Plumpang, Pertamina mengerahkan 246 truk tangki berdaya angkut 5.566 kiloliter yang dikemudikan sedikitnya 1.300 AMT. Armada truk beroperasi 24 jam sehari.
Dari tangki-tangki raksasa tersebut, BBM mengalir melalui jaringan pipa ke 12 anjungan pengisian BBM ke mobil-mobil tangki. Ada 34 keran pipa pengisian yang memompa BBM dengan laju aliran 1.200-2.200 liter per menit ke mobil tangki.
Pertamina melengkapi truk-truk tangki modern dengan teknologi pencegah kebocoran yang akan otomatis menghentikan aliran BBM jika katup tangki muatan dibuka paksa saat mobil dalam perjalanan menuju SPBU. Perilaku pengemudi dan kondisi jalan juga diawasi ketat melalui integrasi dashcam visual pintar dan GPS yang selalu termonitor dari Pertamina Digital Hub di Grha Pertamina di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Penyusutan takaran yang wajar secara fisika memang bisa saja terjadi karena BBM sangat sensitif terhadap suhu. Volume memuai dalam suhu panas dan menyusut ketika suhu di bawah 15 derajat celsius meskipun komposisi kimianya tetap solid.
Untuk kenyamanan konsumen, Pertamina mewajibkan setiap pagi dan sore petugas SPBU memeriksa tangki timbun mereka menggunakan tongkat panjang yang dilumuri pasta air (water paste) guna memastikan tidak ada kandungan air dalam penyimpanan BBM. Bahkan, konsumen berhak meminta bukti sampel harian cadangan SPBU jika merasa ragu dengan kualitas BBM.
Sistem logistik mendistribusikan energi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan negara kepulauan, termasuk paling rumit di dunia. ”Proses memastikan konsumen di seluruh Indonesia mendapatkan produk berkualitas selalu kami monitor 24 jam dari lapangan dan melalui Pertamina Digital Hub,” ujar Arya.
Pada akhirnya, saat mendengar ”klik” dari penutup tangki dan menyimpan struk pembayaran di dasbor mobil, kita tahu bahwa tetesan bahan bakar itu adalah hasil jerih payah mesin raksasa bernama Plumpang yang dijaga ketat agar denyut kehidupan kita tidak pernah terhenti.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F25%2F263eea09e22fb3779c99e1e9c9429924-1001516647.jpg)


