JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan pencairan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I Tahun Anggaran 2026 sudah masuk ke rekening penerima sebelum Lebaran 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan percepatan pencairan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas operasional lembaga pendidikan Islam menjelang Idulfitri.
"Target kami jelas, sebelum Idulfitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya," kata Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar terhadap sektor pendidikan dan kesejahteraan guru.
Baca Juga: LPDP Beri Sanksi ke 8 Penerima Beasiswa, 36 Orang Lainnya Masih Diproses | KOMPAS MALAM
Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah, lanjut Nasaruddin, merupakan bentuk dukungan pemerintah mewujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu.
Pada tahap I, total anggaran akan disalurkan mencapai Rp4,5 triliun. Rinciannya terdiri atas Rp428 miliar untuk BOP RA dan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah. Dana tersebut diperuntukkan bagi sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan mulai 2026 pemerintah mengubah pola distribusi anggaran.
Baca Juga: Benarkah Produk AS Bebas Sertifikasi Halal? Ini Penjelasan Pemerintah
Jika sebelumnya dana disalurkan setiap triwulan, kini mekanismenya dipadatkan menjadi dua tahap dalam setahun berbasis semester.
Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber :
- dana bop sekolah
- dana bantuan operasional
- dana bos madrasah
- bantuan operasional sekolah
- dana bos kemenag
- menteri agama




