Diancam Dibunuh Oknum ASN yang Diduga Adik Sekda Rohil, Muhajirin Lapor ke Polda Riau

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pekanbaru, tvOnenews.com — Kasus dugaan pengancaman pembunuhan terhadap Muhajirin Siringoringo mengungkap fakta baru. Terlapor berinisial Oktavian, yang disebut sebagai oknum ASN Satpol PP Rokan Hilir (Rohil), diduga merupakan adik kandung Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Fauzi Efrizal.

Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan sikap kritis Muhajirin yang meminta Bupati Rokan Hilir mencopot jabatan Sekda Rohil. Desakan itu muncul setelah beredarnya video asusila yang diduga mirip dengan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil.

Merasa keselamatannya terancam, Muhajirin bersama tim kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Munawir Mattareng & Rekan resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Kuasa hukum Muhajirin, Munawir Mattareng, menyebut ancaman yang diterima kliennya bersifat serius dan spesifik, yakni ancaman pembunuhan.

“Klien kami, Muhajirin Siringoringo, secara terang-terangan diancam akan dibunuh oleh Saudara Oktavian. Kami menduga intimidasi ini berkaitan erat dengan desakan klien kami agar Bupati Rohil menindak tegas dugaan pelanggaran etik video asusila yang menyeret nama Sekda Rohil, yang merupakan abang kandung dari terlapor,” ujar Munawir di Mapolda Riau.

Ia menegaskan, kondisi Muhajirin saat ini mengalami trauma dan ketakutan.

“Kami meminta Aparat Penegak Hukum di Polda Riau segera memproses laporan ini tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, meskipun memiliki hubungan keluarga dengan pejabat tinggi di daerah, hukum harus tetap ditegakkan. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Muhajirin juga menyoroti perbedaan respons penanganan dugaan pelanggaran etik pejabat di Rokan Hilir dibandingkan daerah lain.

“Saya hanya menyuarakan kebenaran dan etika birokrasi. Saya membandingkan dengan kasus di Batam, di mana oknum pejabat yang tersandung kasus serupa langsung dibebastugaskan demi menjaga marwah institusi. Seharusnya di Rokan Hilir juga berlaku standar yang sama. Kenapa justru saya yang mengkritik malah diancam akan dibunuh oleh adik kandung pejabat tersebut?” ujarnya.

Pihak kuasa hukum berharap Polda Riau dapat memberikan perlindungan kepada Muhajirin serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional demi menjamin rasa keadilan di Bumi Lancang Kuning.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Upaya Hukum Lisnawati Laporkan Ayah Nizam Syafei atas Dugaan Penelantaran Anak
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Teror Wabah di Era Awal Islam: Bencana yang Mengubah Sejarah
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KAI Catat 429 Pelintasan Sebidang, 107 Titik Liar Tanpa Penjagaan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Ketua Komisi X DPR Ingatkan Purbaya soal Blacklist DS Awardee LPDP
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Ekonomi Sulit, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dinilai Bebani Masyarakat
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.