REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Tel Aviv sedang membentuk aliansi regional untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai "poros Syiah" yang diwakili oleh Iran dan "poros Sunni" yang diwakili oleh Ikhwanul Muslimin.
Netanyahu menambahkan dalam pidatonya di hadapan konferensi pimpinan direksi Badan Keamanan Umum Israel (Shabak), koalisi baru ini mencakup banyak negara.
Baca Juga
Indikator Perang Sangat Kuat, AS tak Juga Serang Iran? Ini 1 Penyebabnya Menurut Eks Elite Pentagon
Rudal Canggih Iran Berkecepatan Tinggi Kejutkan Dunia, Mampu Berputar-putar Memburu Target
Rabi AS: Yahudi tak Berhak Atas Tanah Palestina dan Zionisme Selewengkan Taurat
“Beberapa di antaranya sedang mengunjungi kami saat ini dan beberapa di antaranya sedang kami kunjungi," kata dia, dikutip dari Aljazeera, Selasa (25/2/2026).
Dia menjelaskan, "Saya berbicara di sini tentang lingkaran penuh yang mencakup Timur Tengah."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dia menegaskan perlunya melucuti senjata Gerakan Perlawanan Islam Hamas dan mengatakan bahwa hal itu akan terjadi dengan cara yang mudah atau sulit, tetapi akan terjadi.
Dalam pidatonya, Netanyahu membahas maraknya pembunuhan yang hampir setiap hari terjadi di komunitas Arab di Israel. Dia menyebut persediaan senjata ilegal harus dikurangi dan disita, karena hari yang sulit mungkin akan datang.
Dia mengisyaratkan kemungkinan munculnya ancaman teroris dari komunitas-komunitas ini. "Kami selalu berbicara tentang mengarahkan senjata ke dalam negeri," kata dia.
Anggota Ikhwanul Muslimin Yordania di Amman, Yordania pada 31 Juli 2015 - (middleeasteye.net)