Harga minyak dunia ditutup melemah 1 persen pada Selasa (24/2/2026).
IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup melemah 1 persen pada Selasa (24/2/2026) setelah Iran menyatakan siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) menjelang perundingan nuklir akhir pekan ini.
Kontrak berjangka (Futures) Brent ditutup di USD70,77 per barel, turun 1,0 persen. Sementara itu, kontrak berjangka WTI ditutup di USD65,63, merosot 1,0 persen.
Iran, produsen minyak mentah terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan AS akan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir pada Kamis di Jenewa, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi pada Minggu.
AS menginginkan Iran menghentikan program nuklirnya, sementara Teheran membantah tengah berupaya mengembangkan senjata atom.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pada Selasa, dikutip dari Reuters, Teheran siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Bank asal Swiss, UBS, menyatakan pihaknya memperkirakan penurunan moderat harga minyak dalam beberapa pekan ke depan, selama tidak terjadi eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan.
“Harga minyak mentah AS saat ini mengandung premi risiko geopolitik sekitar USD3-USD4 per barel akibat ketegangan antara AS dan Iran,” kata Direktur Departemen Sumber Daya Mineral North Dakota pada Senin.
North Dakota merupakan negara bagian penghasil minyak terbesar ketiga di AS. Para eksekutif energi juga menyebut industri membutuhkan harga minyak bertahan di level USD70 per barel agar produksi dapat terus tumbuh.
“Departemen Luar Negeri AS menarik personel pemerintah yang tidak esensial beserta keluarga mereka dari Kedutaan Besar AS di Beirut,” ujar seorang pejabat senior pada Senin, di tengah meningkatnya kekhawatiran risiko konflik militer dengan Iran.
Sumber menyebut Iran hampir mencapai kesepakatan dengan China untuk membeli rudal jelajah anti-kapal.
Tarif AS dan Pasokan Minyak
Di sisi lain, AS mulai memungut tarif impor global sementara sebesar 10 persen pada Selasa.
Namun, menurut seorang pejabat Gedung Putih, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut tengah mengupayakan kenaikan menjadi 15 persen, memicu kebingungan terkait kebijakan tarif setelah kekalahan di Mahkamah Agung (MA) pekan lalu.
Dari sisi pasokan, perusahaan perdagangan dan pembeli minyak Venezuela telah menyewa kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar untuk pertama kalinya sejak kesepakatan pasokan antara Caracas dan Washington dimulai.
Langkah ini diperkirakan mempercepat pengiriman mulai Maret sekaligus meningkatkan pasokan ke India, berdasarkan sumber dan data.
Komisi Eropa dijadwalkan mengajukan proposal hukum untuk melarang secara permanen impor minyak Rusia pada 15 April, tiga hari setelah pemilu parlemen Hungaria, menurut pejabat Uni Eropa dan dokumen yang dilihat Reuters.
Monopoli jaringan pipa minyak Rusia, Transneft, memangkas aliran minyak mentah ke sistemnya sekitar 250.000 barel per hari, menurut dua sumber Reuters yang mengetahui situasi tersebut.
Pemangkasan ini terjadi sehari setelah drone Ukraina menyerang stasiun pemompaan yang melayani pusat dan pelabuhan minyak utama.
Pasar juga menantikan laporan persediaan mingguan dari kelompok industri American Petroleum Institute pada Selasa dan dari Badan Informasi Energi AS pada Rabu.
Analis memproyeksikan perusahaan energi menambah 1,5 juta barel minyak mentah ke dalam persediaan pada pekan yang berakhir 20 Februari. (Aldo Fernando)





