JAKARTA, KOMPAS.com- Lapangan padel Fourthwall di Jalan Haji Nawi, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan diprotes warga karena bising.
Warga susah tidur, susah bekerja, bahkan stres akibat suara bising dari lapangan padel.
Mereka meminta agar ditambahkan lapisan peredam suara pada dinding agar suara tidak bocor lagi.
Selama pengerjaan, pengelola diminta menghentikan operasional.
Baca juga: Lapangan Padel Cilandak Diklaim Berdiri di Zona Komersil, Tak Langgar Perintah Pramono
Setelah dimediasi oleh pihak kelurahan bersama perwakilan suku dinas terkait, akhirnya pihak pengelola menyanggupi.
Kini Fourthwall tutup sementara untuk pengerjaan lapisan kedap suara (soundproof) yang ditargetkan selesai dalam satu bulan.
Pihak pengelola juga berjanji melengkapi berkas-berkas perizinan sambil menunggu bisa beroperasi lagi.
Putuskan Tutup Sementara
Terhitung sejak Sabtu (21/2/2026) lalu, Fourthwall Padel Cilandak resmi menutup operasionalnya hingga 30 hari ke depan.
Perwakilan tim manajemen Fourthwall, Fajar Ediputra, mengatakan penutupan dilakukan untuk memenuhi permintaan warga yang merasa kebisingan.
Selama 30 hari ke depan, dinding yang terbuat dari polikarbonat akan dipasangkan lapisan kedap suara.
“Jadi per tanggal 21 kemarin tuh hari Sabtu, kami menutup kegiatan dulu sementara. Setelah mediasi itu memang ya kami mencoba menuruti untuk memasang soundproof di area lapangan kami supaya kebisingannya itu tidak tidak keluar,” jelas Fajar kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Lapangan Padel Cilandak Berhenti Beroperasi Sebulan, Janji Pasang Peredam Suara
Selama itu pula, setidaknya 10 karyawan Fourthwall Padel harus dirumahkan.
Namun Fajar memastikan manajemen akan bertanggung jawab atas karyawannya.
Dalam mediasi yang berlangsung di Kantor Lurah Gandaria Selatan, Kamis (19/2/2026) lalu, pihak pengelola hanya sepakat untuk mengurangi jam operasional.