JAKARTA, KOMPAS.com – Lapangan padel di Jalan Haji Nawi, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan kebisingan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku sulit beristirahat hingga terganggu bekerja akibat suara dari lapangan tersebut.
Lapangan itu awalnya berdiri dengan izin usaha parkir dan kafe. Namun dalam perjalanannya, dibangun fasilitas tambahan berupa lapangan padel.
Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil, menjelaskan perubahan tersebut.
Baca juga: Lapangan Padel di Cilandak Buka hingga Tengah Malam, Warga Keluhkan Suara Bising
“Itu tadinya usaha awalnya itu adalah parkir dan kafe. Sudah ada izinnya. Lalu dibangunlah usaha tambahan namanya padel,” jelas Ikhsan saat ditemui di kantornya, Kamis (19/2/2026).
Menurut dia, usaha tersebut sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun untuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), nomornya belum terbit.
“Tadi kami tanyakan pun NIB-nya ada. Nah untuk PBG sudah selesai sidang, tapi untuk nomornya belum keluar,” ujar dia.
Di tengah protes warga, pengelola Fourthwall Padel memutuskan menutup operasional sementara sejak Sabtu (21/2/2026) selama 30 hari. Penutupan dilakukan untuk memasang lapisan kedap suara di dinding lapangan.
Perwakilan manajemen Fourthwall, Fajar Ediputra, mengatakan langkah itu diambil setelah mediasi dengan warga dan pihak kelurahan.
“Jadi per tanggal 21 kemarin tuh hari Sabtu, kami menutup kegiatan dulu sementara. Setelah mediasi itu memang ya kami mencoba menuruti untuk memasang soundproof di area lapangan kami supaya kebisingannya itu tidak tidak keluar,” jelas Fajar kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Warga Minta Lapangan Padel yang Bising di Cilandak Ditutup
Ia juga mengakui bahwa izin PBG belum terbit meski sudah diajukan sejak Agustus.
“Jadi izin PBG kami ini sebenarnya juga kami sudah diajukan dari bulan Agustus. Nah cuma memang update-nya terakhir itu memang sampai saat ini kami terus terang belum diterbitkanlah,” tutur dia.
Fajar memastikan seluruh persyaratan akan dilengkapi sebelum lapangan kembali dibuka.
“Mulai dari NIB, PBG, kesepakatan mediasi kami dengan tetangga bahwa kami harus memasang soundproof. Nah itu semua harus kami jalani semua ketika nanti kami buka kembali,” jelas dia.