Dalam Satu Tahun, Gubernur NTT Tegaskan Pembangunan Sudah Tepat Sasaran

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Erasmus Nagi Noi

TVRI News, NTT

Suasana hangat mewarnai Dialog Eksklusif Program “Katong Ba’omong” yang digelar TVRI NTT di Rumah Jabatan Gubernur NTT. Dalam dialog tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena memaparkan berbagai capaian selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur NTT.

Gubernur menegaskan, arah kebijakan pemerintah provinsi difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat kecil. Salah satu langkah strategis yang telah dijalankan adalah perlindungan terhadap 100 ribu pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita ingin memastikan para pekerja rentan, seperti petani, nelayan, dan pekerja informal lainnya, mendapatkan jaminan sosial yang layak. Negara harus hadir memberi rasa aman,” ujar Gubernur.

Di sektor pertanian, NTT mencatat peningkatan produktivitas gabah kering giling (GKG) yang hampir menyentuh angka 1 juta ton. Capaian ini menempatkan NTT dalam lima besar nasional untuk peningkatan produksi.

“Pertanian adalah fondasi ekonomi kita. Kalau produksi naik, kesejahteraan petani juga harus ikut naik. Itu yang terus kita kawal,” tegasnya.

Dalam aspek kesejahteraan sosial, angka kemiskinan di NTT berhasil ditekan dari 19,2 persen menjadi 17,5 persen. Menurut Gubernur, penurunan ini tidak lepas dari pendekatan program yang lebih terukur dan berbasis data.

“Kita tidak lagi bekerja dengan pola umum. Sekarang pendekatannya lebih personal, by name by address, sehingga intervensi benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Transformasi kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi NTT mengembangkan layanan telemedicine untuk menjangkau wilayah terpencil, sekaligus memperkuat penanganan stunting melalui gerakan Orang Tua Asuh.

“Stunting tidak bisa ditangani secara seremonial. Harus detail, harus mikro, dan harus ada yang mendampingi langsung anak-anak kita,” katanya.

Di bidang ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi NTT tercatat sebesar 5,14 persen. Angka ini didukung oleh peningkatan produktivitas sektor pertanian, peternakan, serta kelautan dan perikanan.

“Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Tantangannya sekarang adalah memastikan pertumbuhan ini inklusif dan dirasakan sampai ke desa-desa,” ungkap Gubernur.

Sektor pendidikan pun menjadi prioritas. Pemerintah mendorong peningkatan kapasitas guru serta pembenahan sistem evaluasi pembelajaran guna memperbaiki literasi dan numerasi dasar siswa.

“Kejujuran dalam penilaian sangat penting. Kita ingin tahu kondisi riil anak-anak kita supaya perbaikannya tepat,” tambahnya.

Untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, Pemprov NTT memperkuat program One Village One Product (OVOP) yang didukung kehadiran NTT Mart sebagai sarana pemasaran produk lokal.

“UMKM kita harus naik kelas. Produk mereka harus punya nilai tambah dan pasar yang jelas. Pemerintah hadir sebagai jembatan,” tegasnya.

Mengakhiri dialog, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur jalan, air, dan listrik di tengah keterbatasan fiskal.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten. Dan yang paling penting, kita tidak boleh menyerah membangun NTT,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liga Champions: Tragedi di San Siro! Inter Milan Hancur Akibat Kesalahan Sendiri dan Kedisiplinan Bodo/Glimt
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Perjanjian RI–AS Dinilai Mampu Mendorong Pertumbuhan 8 Persen dan Hilirisasi
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Kemenhub perkuat pengamanan simpul transportasi angkutan Lebaran
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
PDIP Ingatkan MBG Jangan Korbankan Fasilitas Sekolah dan Kesejahteraan Guru
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.