Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat pengamanan di seluruh simpul transportasi selama angkutan Lebaran 2026, guna memastikan kelancaran operasional, meningkatkan keselamatan serta mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
"Kami terus mendorong penguatan keamanan pada simpul dan koridor transportasi, pengendalian titik rawan kepadatan dan kemacetan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan pengamanan objek vital nasional, peningkatan keamanan terpadu selama angkutan Lebaran 2026, penguatan kesiapsiagaan pada wilayah rawan bencana, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Untuk mewujudkan hal itu, Menhub menggandeng berbagai pihak, salah satunya Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Dia mengaku telah bertemu langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Mekopolkam) Djamari Chaniago sebagai langkah kolaborasi untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis di bidang transportasi selaras dengan kebijakan stabilitas dan keamanan nasional.
"Termasuk saat penyelenggaraan angkutan Lebaran sehingga koordinasi dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan Lebaran 2026," ujarnya.
Menhub menyebut, pergerakan masyarakat yang diprediksi mencapai lebih dari 143 juta orang selama periode Lebaran 2026 perlu perhatian secara maksimal, khususnya pada koridor padat seperti Tol Trans-Jawa dan lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang-Giilmanuk.
Di samping itu, diperlukan pula antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di objek wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan gangguan keamanan.
Dalam hal pengamatan objek vital nasional, koordinasi dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap infrastruktur kritis seperti pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol, rel kereta api dan fasilitas transportasi vital lainnya.
"Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel Polri, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas," lanjut Menhub.
Selanjutnya, fasilitas di kawasan rawan bencana juga disiapkan, terutama kesiapan unsur keamanan dan penanggulangan bencana pada wilayah rawan yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Apabila diperlukan, lanjut Menhub, pemerintah memastikan keterpaduan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca antara BMKG, BNPB, TNI AU, Polri, kementerian/lembaga terkait, serta Pemerintah Daerah guna menjamin kesiapan personel, sarana, dan wilayah operasi pada simpul & koridor transportasi strategis.
"Kami berharap, melalui sinergi yang solid ini, penyelenggaraan angkutan lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali sehingga saudara-saudara kita dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan," kata Menhub.
Baca juga: ASDP siapkan 60 kapal besar untuk angkutan mudik Lebaran 2026
Baca juga: Menhub: Jateng punya peran sentral jaga kelancaran angkutan Lebaran
Baca juga: Menhub-Gubernur Jatim koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2026
"Kami terus mendorong penguatan keamanan pada simpul dan koridor transportasi, pengendalian titik rawan kepadatan dan kemacetan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan pengamanan objek vital nasional, peningkatan keamanan terpadu selama angkutan Lebaran 2026, penguatan kesiapsiagaan pada wilayah rawan bencana, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Untuk mewujudkan hal itu, Menhub menggandeng berbagai pihak, salah satunya Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Dia mengaku telah bertemu langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Mekopolkam) Djamari Chaniago sebagai langkah kolaborasi untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis di bidang transportasi selaras dengan kebijakan stabilitas dan keamanan nasional.
"Termasuk saat penyelenggaraan angkutan Lebaran sehingga koordinasi dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan Lebaran 2026," ujarnya.
Menhub menyebut, pergerakan masyarakat yang diprediksi mencapai lebih dari 143 juta orang selama periode Lebaran 2026 perlu perhatian secara maksimal, khususnya pada koridor padat seperti Tol Trans-Jawa dan lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang-Giilmanuk.
Di samping itu, diperlukan pula antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di objek wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan gangguan keamanan.
Dalam hal pengamatan objek vital nasional, koordinasi dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap infrastruktur kritis seperti pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol, rel kereta api dan fasilitas transportasi vital lainnya.
"Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel Polri, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas," lanjut Menhub.
Selanjutnya, fasilitas di kawasan rawan bencana juga disiapkan, terutama kesiapan unsur keamanan dan penanggulangan bencana pada wilayah rawan yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Apabila diperlukan, lanjut Menhub, pemerintah memastikan keterpaduan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca antara BMKG, BNPB, TNI AU, Polri, kementerian/lembaga terkait, serta Pemerintah Daerah guna menjamin kesiapan personel, sarana, dan wilayah operasi pada simpul & koridor transportasi strategis.
"Kami berharap, melalui sinergi yang solid ini, penyelenggaraan angkutan lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali sehingga saudara-saudara kita dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan," kata Menhub.
Baca juga: ASDP siapkan 60 kapal besar untuk angkutan mudik Lebaran 2026
Baca juga: Menhub: Jateng punya peran sentral jaga kelancaran angkutan Lebaran
Baca juga: Menhub-Gubernur Jatim koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2026




