Bali, VIVA – Pulau Bali tak pernah kehabisan daya tarik untuk urusan staycation mewah. Kini, lanskap hospitality di Bali kedatangan pemain baru. Lini properti bernama Holywings Collection, resmi diperkenalkan, yang menjadi langkah ekspansi mereka ke sektor hunian premium dan hospitality pada 2026.
Berbeda dari konsep vila massal, Holywings Collection mengusung pendekatan “limited edition living”. Total unit yang dikembangkan sangat terbatas, dengan fokus pada desain matang, privasi, serta pengalaman menginap yang terasa personal. Di tengah sorotan terhadap pembangunan vila di Bali, pengembang menyebut seluruh proses—mulai dari pemilihan lokasi hingga perizinan—telah mengikuti regulasi tata ruang dan aspek lingkungan yang berlaku. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Gandeng Arsitek Berkelas Internasional
Untuk urusan desain, Holywings Collection berkolaborasi dengan KantorGG, firma arsitektur dan desain interior yang telah menangani ratusan proyek lintas negara. Pendekatan KantorGG dikenal kontekstual—mengawinkan lanskap alami dengan struktur bangunan modern.
Ciri khasnya terlihat dari penggunaan bukaan lebar, courtyard terbuka, material natural, hingga infinity pool yang menyatu dengan panorama sekitar. Konsep indoor–outdoor living menjadi benang merah, menghadirkan transisi halus antara ruang dalam dan alam tropis Bali.
Djelantik House, Hanya Empat Unit
Proyek perdana mereka, Djelantik House, hadir sebagai vila eksklusif yang hanya terdiri dari empat unit di kawasan premium Bali. Desainnya memadukan arsitektur modern dengan sentuhan alami dan detail yang terinspirasi karakter lokal.
Setiap unit dirancang untuk menangkap panorama sekitar secara maksimal. Detail interior dibuat bespoke, menciptakan suasana privat yang terasa seperti sanctuary. Bukan sekadar tempat menginap, konsepnya lebih diarahkan pada pengalaman tinggal jangka panjang dengan kenyamanan maksimal.
Aruna Ungasan, Delapan Vila Menghadap Laut
Proyek kedua, Aruna Ungasan, berlokasi di kawasan Pandawa–Uluwatu, tepatnya di Ungasan, Bali Selatan. Berdiri di atas lahan berkontur dengan elevasi menghadap laut terbuka, enclave ini hanya memiliki delapan vila.
Lokasinya strategis—dekat dengan deretan pantai ikonik dan destinasi gaya hidup Bali Selatan—namun tetap menawarkan suasana tenang. Setiap vila dirancang memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara silang, dengan orientasi ruang yang menghadap langsung ke lanskap laut.





