PKB merespons usulan NasDem yang mendorong ambang batas parlemen (parliamentary threshold) naik menjadi 7 persen. PKB menyebut peraturan itu tentu tetap diperlukan demi demokrasi yang efektif.
"Ambang batas tetap diperlukan untuk efektivitas dan produktivitas demokrasi," kata Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Daniel menyebut PKB masih mengkaji angka dalam parliamentary threshold yang tepat.
"Tapi sampai saat ini tim masih mengkaji secara detail dan mendalam tingkat persentasenya," ujarnya.
Usulan Ambang Batas Parlemen 7%Ketum NasDem Surya Paloh sebelumnya menyebut NasDem akan tetap konsisten mendorong agar ambang batas parlemen ditingkatkan menjadi 7 persen. Paloh menilai ambang batas 7 persen jauh lebih efektif.
"Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten saja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).
Paloh kemudian menyinggung banyaknya partai politik. Paloh mempertanyakan untuk apa demokrasi kalau tidak membawa kemanfaatan.
"Jadi agak bisa jadi perenungan bagi kita. Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki. Kemampuan, efektivitas, daya nalar, intelektualitas, dan moralitas itu harus bergerak jauh lebih mendekati dan lebih mendekati ke arah tujuan kita bersama," ujarnya.
(azh/jbr)





