Banjir Brasil: 23 Tewas dan Puluhan Hilang

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Minas Gerais

Tim penyelamat berpacu dengan waktu di Minas Gerais saat hujan ekstrem memicu longsor dan kerusakan masif.

Tim penyelamat di tenggara Brasil terus melakukan pencarian intensif terhadap sedikitnya 40 orang yang dilaporkan hilang, setelah hujan deras memicu banjir bandang dan tanah longsor mematikan di negara bagian Minas Gerais.

Hingga Selasa 24 Februari 2026, otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 23 orang tewas akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Senin. 

Kota Juiz de Fora menjadi wilayah terdampak paling parah dengan catatan 18 korban jiwa, sementara tujuh kematian lainnya dilaporkan di kota tetangga, Uba.

Operasi Penyelamatan di Tengah Puing

Lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke Juiz de Fora, dibantu oleh anjing pelacak untuk menyisir tumpukan material tanah dan puing bangunan. 

Harapan muncul di tengah tragedi ketika petugas berhasil mengevakuasi seorang anak laki-laki yang terjebak di bawah reruntuhan selama dua jam.

"Kami tetap memiliki harapan. Pagi ini kami menemukan seorang anak laki-laki di dalam rumah yang tertimbun puing," ujar Mayor Demetrius Goulart dari brigade pemadam kebakaran kepada kantor berita AFP.

Namun, situasi di lapangan masih sangat mencekam. Livia Rosa, seorang penjahit berusia 44 tahun, menanti kabar mengenai kerabatnya yang tertimbun lumpur dengan cemas. "Harapan adalah hal terakhir yang mati," tuturnya lirih.

Curah Hujan Rekor dan Dampak Luas

Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, menyatakan bahwa wilayahnya sedang menghadapi Februari terbasah dalam sejarah. 

Curah hujan tercatat mencapai lebih dari 180mm hanya dalam waktu empat jam, yang ia lukiskan sebagai momen paling menyedihkan selama masa jabatannya.

"Ini adalah hujan yang intens, destruktif, dan persisten. Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa," tegas Salomao melalui pernyataan di media sosial.

Sedikitnya 20 titik tanah longsor dilaporkan terjadi, menyebabkan ratusan rumah hancur dan sekitar 440 warga terpaksa mengungsi. Luapan sungai yang mengalihkan aliran air ke pemukiman mengubah jalan-jalan kota menjadi jalur lumpur yang pekat.

Respon Pemerintah Federal

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, memastikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh bagi proses rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan.

"Fokus kami adalah memastikan bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, serta dukungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal," tulis Presiden Lula dalam pernyataan resminya.

Tantangan bagi tim di lapangan diprediksi akan meningkat, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih akan mengguyur wilayah tenggara Brasil dalam beberapa hari ke depan. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan dan menghambat mobilitas alat berat di area terdampak.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurangi Modal, Merdeka Gold (EMAS) Hapus 1,44 Miliar Saham Hasil Buyback
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IHSG Diperkirakan Kembali Melemah, Investor Waspadai Dampak Tarif Trump
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Di Balik Dinding Sekolah: Pendidikan di Tengah Krisis Toleransi
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Banjir Terjang Jateng dan Jatim, 1 Orang Tewas
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Melihat Jalan Berlubang Pandeglang yang Bikin Ojek Jatuh dan Penumpangnya Tewas
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.