EtIndonesia. Badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York, pada Senin (23/2/2026) pagi. Otoritas cuaca menyebut badai ini sebagai “siklon bom” khas pesisir Timur Laut, yang menyebabkan lebih dari 600 ribu pelanggan di Pantai Timur Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik.
“Kami sekarang berada di Penn Station di Manhattan, yang dulu merupakan salah satu lokasi tersibuk. Untuk pertama kalinya sejak 2017, New York City mengeluarkan peringatan badai salju. Saat ini, bus kota dan sebagian layanan subway dihentikan sepenuhnya, sementara sebagian besar jalur kereta dan subway mengalami keterlambatan besar. Transportasi antarkota sudah ditutup sejak tadi malam, dan lalu lintas lintas negara bagian terdampak parah,” demikian jurnalis NTD melaporkan.
Akibat badai salju yang menyapu wilayah Timur AS, puluhan juta orang terdampak aktivitas perjalanannya, dan ribuan penerbangan dibatalkan.
Reporter NTD melaporkan dari lokasi badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)Wisatawan di New York: “Semua penerbangan dibatalkan. Penerbangan saya beberapa kali dijadwal ulang lalu akhirnya dibatalkan, jadi saya baru bisa terbang besok. Itu pun harus transit tiga kali sebelum bisa pulang ke Texas.”
Termasuk New York dan New Jersey, enam negara bagian mengumumkan keadaan darurat dan meminta warga tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan penting. Polisi di Maryland menyatakan bahwa salju lebat menyebabkan kecelakaan lalu lintas serius yang menewaskan dua orang.
Badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)Mulai 23 Februari pukul 07.00 pagi, NJ Transit menghentikan sementara seluruh layanan kereta, bus, light rail, dan akses layanan difabel.
Data Pemerintah Kota New York menunjukkan bahwa hingga Senin sore, badai salju telah membawa 19 inci (sekitar 48 cm) salju ke sebagian besar wilayah kota, dengan beberapa daerah mencatat lebih dari 24 inci (sekitar 61 cm)—berpotensi memecahkan rekor curah salju.
badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengatakan: “Negara Bagian New York masih berada dalam status darurat. Larangan perjalanan telah dicabut pada siang hari ini, tetapi peringatan bahaya bepergian akan berlaku hingga tengah malam. Saya kembali mengimbau semua kendaraan non-darurat—termasuk mobil, truk, sepeda motor, dan sepeda listrik—untuk tidak turun ke jalan.”
Hingga pukul 12.30 siang, Dinas Kebersihan Kota New York menyatakan telah menaburkan sekitar 50 juta pon garam dan membersihkan setidaknya 99,5% jalan kota.
Warga New York: “Memang ada sedikit keterlambatan. Saya datang dari Brooklyn, tapi kondisi hari ini tidak separah yang saya bayangkan. Semua petugas bekerja keras membersihkan jalan, jadi saya tidak banyak mengeluh.”
badai salju yang turun semalaman masih terus mengamuk di wilayah metropolitan New York (Tangkapan layar NTD)Wisatawan di New York: “Kami berasal dari Cina selatan dan belum pernah melihat salju sebesar ini. Saljunya tebal dan licin saat berjalan.”
Wisatawan lainnya: “Saya dari Kanada—di sana juga sedang turun salju.”
“Saya dari Tennessee, tempat kami hampir tidak pernah melihat salju sebesar ini. Ini pertama kalinya dalam hidup saya mengalami badai salju.”
“Sayangnya semua tempat tutup. Kami ingin berkeliling, tapi semuanya tutup.”
Saat ini New York dan New Jersey telah mencabut larangan perjalanan, namun warga tetap dianjurkan tinggal di rumah dan mengurangi mobilitas. Sekolah negeri New York akan kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada Selasa.
Meski begitu, masih ada warga yang memanfaatkan badai salju untuk menikmati kesenangan musim dingin.
Wisatawan di New York: “Kami bermain lempar bola salju dan berusaha meninggalkan jejak terdalam di salju. Seru sekali!”
“Cuacanya indah.”
“National Weather Service memperkirakan suhu rendah dan salju akan berlanjut hingga pekan depan. Pejabat kota menyatakan akan terus membersihkan salju, menjaga kelancaran jalan, dan bersiap menghadapi keadaan darurat,” demikian jurnalis NTD melaporkan. (Hui)
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television Yu Liang dan Ying Xiang, dari New York.





