EtIndonesia. Pernyataan Directorate General of Civil Aviation (DGCA) India mengumumkan sebuah pesawat medis lepas landas dari Ranchi pada 23 Februari 2026 pukul 19.11. Selama penerbangan, awak pesawat sempat menghubungi menara pengawas dan menyampaikan permintaan “menyimpang dari rute semula karena kondisi cuaca”. Namun pada pukul 19.34, pesawat kehilangan kontak dengan darat dan kemudian ditemukan jatuh di kawasan hutan Jharkhand.
“Kami menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 22.00. Karena kondisi medan, mencapai lokasi sangat sulit sehingga menyulitkan proses penyelamatan. Tim dari Delhi akan datang untuk melakukan penyelidikan dan mencari kotak hitam. Saat ini dipastikan ketujuh penumpang di dalam pesawat semuanya meninggal dunia,” kata seorang pejabat kepolisian kepada ANI.
Pejabat terkait juga menyampaikan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa para korban terdiri dari seorang pasien luka bakar, istrinya dan seorang kerabat, seorang dokter, seorang perawat, serta dua pilot—tidak ada satu pun yang selamat.
Laporan India Today menyebutkan bahwa pasien luka bakar tersebut berasal dari keluarga kurang mampu. Pekan lalu ia mengalami sengatan listrik yang menyebabkan lebih dari 60% kulit tubuhnya mengalami luka bakar. Keluarga korban mengumpulkan dana dengan meminjam uang dari kerabat hingga 800 ribu rupee (sekitar 8.703 dolar AS) untuk menyewa pesawat medis guna membawanya ke rumah sakit.
Sementara itu, Hindustan Times mengutip Kepala Bandara Ranchi, Vinod Kumar, yang mengatakan bahwa cuaca buruk kemungkinan menjadi salah satu penyebab kecelakaan, namun penyebab pasti insiden ini masih harus ditentukan melalui penyelidikan lebih lanjut. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





