Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi mengatakan pihaknya khawatir infrastrukturnya dapat terkena serangan jika situasi Israel dan Iran memburuk. Pasalnya, Israel mulai mengintensifkan serangannya terhadap Iran.
Dilansir AFP, Selasa (24/2/2026), pihak militer Lebanon menuduh militer Israel telah menembak di dekat posisi yang sedang mereka bangun di selatan negara Lebanon. Militer Lebanon pun telah menginstruksikan untuk membalas tembakan Israel.
"Ada tanda-tanda bahwa Israel dapat menyerang dengan sangat keras jika terjadi eskalasi, berpotensi termasuk infrastruktur strategis seperti bandara," kata Youssef Raggi kepada wartawan di Jenewa.
Komentarnya muncul di tengah peningkatan besar-besaran militer AS di Timur Tengah yang menunjukkan bahwa Washington siap untuk melancarkan kampanye yang berpotensi berkelanjutan terhadap Iran.
Sementara itu, Iran bersumpah pada hari Senin untuk membalas dengan ganas terhadap setiap serangan dari Amerika Serikat, dan mengulangi peringatannya tentang konflik regional sebagai tanggapan terhadap ancaman serangan terbaru Presiden Donald Trump.
Raggi mengatakan Lebanon tengah berupaya agar negaranya tidak terkena dampak peperangan Iran, Israel dan AS. "Saat ini kami sedang melakukan upaya diplomatik untuk meminta agar, bahkan jika terjadi pembalasan, infrastruktur sipil Lebanon tidak menjadi sasaran," kata Raggi.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan negaranya telah sangat jelas bahwa "Perang ini tidak menyangkut kami."
Seorang pejabat Lebanon yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, "Yang ditakutkan oleh rakyat Lebanon adalah reaksi berantai: serangan Amerika terhadap Iran, serangan balasan Hizbullah terhadap Israel, diikuti oleh respons besar-besaran dari Israel."
(maa/jbr)





