Anrez Adelio terjerat kasus hukum terkait dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan oleh Friceilda Prillea alias Icel. Anrez berharap upaya perdamaian yang selama ini ia lakukan dapat disambut baik oleh Icel.
Anrez berharap bisa menjalin komunikasi dan menyelesaikan masalahnya dengan Icel secara baik-baik.
"Harapannya, enggak cuma sama dia tapi sama semua orang maunya baik-baik saja. Hidup itu kan harus baik-baik saja, ya, kenapa hidup harus cari gara-gara?" ujar Anrez Adelio kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan.
Anrez Adelio Belum Bisa BertemuDalam kesempatan itu, Anrez mengatakan bahwa dirinya belum diizinkan untuk bertemu Icel dan anak yang baru dilahirkan. Anrez pun mencoba untuk menghargai keputusan Icel tetap melanjutkan proses hukum.
"Belum, belum (ketemu anak). Ya, karena dari pihak sana maunya proses hukumnya dijalankan, ya sudah, kita harus menghargai, kita harus ikuti prosedur," ungkap Anrez.
Pria berusia 29 tahun ini pun memastikan bahwa ia selalu mencoba untuk menjalin komunikasi dengan Icel dan keluarga. Meski pada akhirnya usahanya itu selalu berujung penolakan.
"Dari awal selalu komunikasi, makanya itu narasi-narasi aku dibilang nggak bertanggung jawab, aku dibilang hilang nggak ada kabar, itu kan menyesatkanlah," kata Anrez.
Kasus ini berawal pada 29 Desember 2025, seorang wanita bernama Friceilda Prillea atau yang akrab disapa Icel secara resmi melaporkan Anrez Adelio ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual. Laporan ini terdaftar dengan nomor LP/B/9510/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Icel mengaku mengalami kekerasan seksual secara berulang kali, termasuk adanya ancaman penyebaran video pribadi agar korban mau melakukan hubungan badan. Dugaan peristiwa itu terjadi sejak September 2024 hingga Mei 2025.





