Kurma merupakan menu buka puasa simpel dan sehat. Buah asal Timur Tengah ini menawarkan sejuta manfaat terutama usai berpuasa. Cara menikmati kurma pun beragam, salah satunya yang disarankan adalah makan dengan butter atau lemak.
Salah satu pakar kesehatan yang aktif di media sosial, dr Zaidul Akbar melalui TikTok-nya pernah menyarankan makan kurma dengan butter dan kacang almond.
"Ini sebenarnya ada kaidahnya bahwa ketika gula yang ada pada kurma atau glukosa ini ketemu dengan lemak, which is itu dari butter dan kacang almond itu seperti kombinasi yang sangat-sangat baik untuk membuat glukosa pada kurma ini itu stabil," ucapnya pada video yang diunggah 27 Februari 2025 lalu.
Saran dr Zaidul Akbar ini pun kemudian ramai di media sosial. Banyak yang mengikuti cara makan kurma satu ini. Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar juga menjelaskan bahwa Rasulullah ternyata pernah makan kurma dengan butter.
Dalam satu Riwayat Hadist disebutkan, Rasulullah pernah mengunjungi rumah salah seorang sahabat, dan di situ Nabi disuguhkan kurma yang diolesi dengan Butter, dan Nabi menyukainya.. Kalo Rasulullah suka, pasti ada hikmah di baliknya..
Rupanya, mengutip Times of India, menikmati kurma dengan paduan butter merupakan sajian zaman kuno yang populer di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kendati kurma berdasarkan sejarahnya, adalah makanan manis yang sudah ada sejak awal tahun 4.000 sebelum masehi di Mesopotamia (Irak modern). Di negara tersebut bermulalah pembudidayaan kurma secara luas.
Kurma turut menjadi lambang kemakmuran dan makanan sehat di tengah iklim gurun yang ekstrem. Budaya menikmati kurma pun berkembang di zaman Mesir kuno dan di Persia.
Di sisi lain, butter yang merupakan sumber lemak hewani —umumnya terbuat dari susu domba, kambing atau sapi— juga merupakan hasil olahan tradisi kuno.
Ketika kedua makanan ini dipadukan, seperti yang disebutkan dr Zainal Akbar, terdapat manfaat yang baik bagi kesehatan terutama ketika usai puasa. Kurma dengan gula alaminya menyediakan asupan padat energi, sementara lemak menahan lonjakan gula berlebih akibat mengonsumsi makanan manis usai puasa.
Selain itu, kurma juga menyediakan asupan serat sekitar 7 gram per butirnya, yang mana membantu meringankan sembelit dan menjaga kesehatan pencernaan. Mengingat, salah satu masalah yang sering muncul ketika berpuasa adalah sembelit atau pencernaan tidak lancar.
Begitu juga dengan butter yang baik untuk kesehatan usus serta menjadi sumber vitamin A dan D untuk menghidrasi kulit dan rambut. Antioksidan dalam butter juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.
Namun di balik manfaat yang ditawarkan dari menikmati kurma dan butter, ada pula efek sampingnya bagi kesehatan apabila dimakan secara berlebihan. Maka itu pula, dr Zainal Akbar menyarankan makan tiga buah kurma dengan butter yang sudah cukup mengembalikan energi usai berpuasa.





