Di Indonesia, Ramadan selalu mengubah kebiasaan digital. Ponsel pintar menjadi “ruang kedua” untuk belajar, bekerja, dan mengatur ritme ibadah; saat Ramadan, banyak layanan melihat lonjakan aktivitas, dan beberapa aplikasi Muslim melaporkan penggunaan serta unduhan bisa naik hingga sekitar dua kali lipat.
Tahun ini, rupanya kebutuhan pengguna makin luas, Beauty. Tak hanya mencari jadwal salat dan arah kiblat, banyak yang membuka aplikasi untuk membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, membangun kebiasaan ibadah, belajar mengaji, hingga menunaikan zakat dan donasi secara digital dengan cara yang lebih praktis.
Salam.life: Ruang Ngobrol dan Berbagi KebaikanSalah satu yang terlihat menonjol adalah aplikasi Salam.life. Jejaring sosial Muslim global yang tergolong baru ini menjadi lebih sering dibuka selama Ramadan. Platform tersebut menawarkan ruang berbagi cerita, opini, dan pengalaman Ramadan lintas negara. Dengan kemampuan multibahasa, pengguna dari Indonesia maupun diaspora dapat mengikuti linimasa, berdiskusi, dan merespons cerita tanpa hambatan bahasa yang berarti.
Tak berhenti di percakapan, Salam.life juga memfasilitasi penyaluran donasi dan zakat untuk berbagai proyek sosial. Alur dari membaca kisah inspiratif hingga mengambil aksi dibuat ringkas. Di momen ketika dorongan berbagi menguat, kemudahan jalur digital menjadi faktor penting.
Muslim Pro Hadirkan “Mode Ramadan” dengan Pertumbuhan StabilDi kategori all-in-one, Muslim Pro tetap menjadi salah satu aplikasi paling populer karena dirasa sudah menjadi paket lengkap, Beauty.
Selama Ramadan, penggunaan aplikasi ini kerap disebut melonjak signifikan. Dengan fitur Al-Qur’an, jadwal salat, kiblat, kalender hijriah, hingga materi tambahan dalam satu platform, Muslim Pro menawarkan pengalaman yang terasa tertata. Bagi banyak pengguna, satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan dinilai lebih praktis, terutama saat ritme harian berubah karena sahur dan berbuka.
Qur’an Kemenag: Al-Qur’an Resmi yang Tepercaya di PonselSementara itu, Qur’an Kemenag tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mencari Al-Qur’an digital resmi dan tepercaya, lho. Aplikasi ini disebut telah mencapai kisaran satu juta pengguna hingga akhir 2025.
Selama Ramadan, frekuensi akses meningkat, terutama dari pengguna yang menargetkan tilawah lebih rutin atau mengejar khatam. Antarmuka yang minim distraksi menjadi nilai tambah karena membantu menjaga fokus.
Tren Ikut Naik: Belajar Al-Qur’an Berbasis AI hingga Zakat Makin MudahDi ranah pembelajaran, rupanya minat terhadap aplikasi seperti ngaji.ai juga meningkat. Layanan berbasis AI ini memberikan umpan balik pelafalan secara langsung dan dilaporkan mengalami kenaikan aktivitas mendekati dua kali lipat selama Ramadan. Fitur pengingat dan tantangan harian dikembangkan untuk mendukung konsistensi.
Adapun nama lain yang kerap muncul dalam kurasi Ramadan adalah Umma. Aplikasi lokal ini memadukan Al-Qur’an, jadwal salat, kajian, dan kelas daring dalam satu ekosistem pembelajaran sosial.
Selain itu, kanal zakat dan donasi digital ikut terdongkrak. Integrasi dengan berbagai platform pembayaran membuat proses menunaikan kewajiban menjadi lebih sederhana. Di tengah meningkatnya semangat berbagi, kemudahan akses menjadi kunci.
Lonjakan ini menunjukkan satu pola, Beauty, yaitu selama Ramadan pengguna cenderung memilih aplikasi yang bukan hanya informatif, tetapi juga mendampingi, memudahkan aksi, dan membantu menjaga konsistensi ibadah dalam satu genggaman.





