Menaker Yassierli Buka Suara soal PHK Karyawan Pabrik Mie Sedaap

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) buka suara perihal kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan pabrik Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan terkini situasi tersebut.

“Terkait dengan [PHK] Mie Sedaap, ini kita masih monitor. Nanti kita update,” kata Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Ketika ditanya apakah Kemnaker telah melakukan komunikasi dengan manajemen Mie Sedaap, Yassierli tidak menjelaskan lebih lanjut. Demikian pula terkait dengan tudingan bahwa perusahaan tersebut melakukan PHK demi menghindari pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuding adanya karyawan yang dirumahkan oleh PT Karunia Alam Segar, produsen mi instan Mie Sedaap diduga untuk menghindari pembayaran tunjangan hari raya alias THR menjelang lebaran Idulfitri.

Hal ini disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual pada Selasa (24/2/2026). Dia menyebut bahwa KSPI menerima laporan langsung dari pekerja di pabrik tersebut.

Baca Juga

  • Mie Sedaap PHK 400 Karyawan, Bos Buruh Tuding Demi Hindari THR
  • Ramai PHK 400 Karyawan Pabrik Mie Sedaap, Manajemen Buka Suara
  • Terima Aspirasi Pekerja Pabrik Mie Sedaap, Dasco: Manajemen Akan Stop PHK

“Baru-baru ini, kita mendengar pabrik Mie Sedaap merumahkan karyawannya sebelum lebaran untuk menghindari pembayaran THR. Nanti habis Lebaran baru dipanggil ulang untuk masuk kembali,” kata Said.

Manajemen PT Karunia Alam Segar pun telah memberikan penjelasan terkait PHK di fasilitas produksi Mie Sedaap di Gresik.

Human Resources & General Affairs Karunia Alam Segar Peter Sindaru membantah keputusan PHK massal ratusan pekerja tersebut dilakukan untuk menghindari pembayaran THR. 

Dia menerangkan, sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar. Oleh karena itu, penyesuaian kapasitas produksi disebut sebagai langkah yang lazim dalam menjaga keberlangsungan usaha.

"Penyesuaian kapasitas produksi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan," ujar Peter melalui keterangan resminya, dikutip Selasa (24/2/2026). 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meningkatnya Risiko Konflik Pakistan–Taliban dan Dampaknya terhadap Asia Selatan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Jajaran Polres Jaksel Dites Urine Dadakan Imbas Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Disamarkan sebagai Gaun Pengantin, 4.080 Butir Ekstasi dari Luxembourg Diamankan
• 59 menit lalukumparan.com
thumb
Brimob Diminta Angkat Kaki Dari Masyarakat Pasca Kasus Bripda Mesias Siahaya, Respons Polri Sungguh Tak Terduga
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Kejuaraan Futsal ASEAN 2026: Timnas Putri Takluk 0-3 dari Tuan Rumah Thailand
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.