Perajin mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik rumahan di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2). Sebagian pekerja lainnya juga tampak memotong tahu menjadi bentuk kotak sebelum dipasarkan.
Pemilik pabrik menjual tahu ke sejumlah pasar dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per jirigen berisi lebih dari 200 potong, tergantung ukuran. Selain memasok pasar, pabrik juga melayani pembelian langsung dari konsumen.
Di sisi lain, Indonesia berencana mengimpor 3,5 juta ton kedelai dari Amerika Serikat, meski konsumsi nasional tercatat sekitar 2,9 juta ton per tahun. Rencana ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi kelebihan pasokan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, impor kedelai Indonesia mencapai sekitar 2,56 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,21 juta ton atau 86,55 persen berasal dari Amerika Serikat, sementara 344 ribu ton atau 13,45 persen dipasok dari negara lain.





