Jakarta, VIVA – Israel yang tergabung dalam Board of Peace mengaku tidak akan memberikan kontribusi dana untuk upaya rekonstrusi Gaza yang dijalankan oleh organisasi perdamaian bentukan Presiden AS, Donald Trump. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Kabinet Keamanan Israel, Zeev Elkin, pada Jumat pekan lalu dalam keterangannya kepada media Israel.
Pernyataan ini menandai perbedaan sikap yang cukup jelas antara Tel Aviv dan koalisi internasional yang dibentuk Presiden Donald Trump guna membangun kembali wilayah yang hancur akibat perang tersebut.
“Kami tidak memberikan uang kepada Board of Peace. Kami yang diserang, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk membiayai pembangunan kembali Gaza,” ujar Elkin dikutip dari laman yenisafak, Rabu 25 Februari 2026.
Pernyataan itu mencerminkan posisi Israel bahwa sebagai pihak yang menjadi sasaran serangan 7 Oktober yang memicu perang selama dua tahun mereka tidak merasa bertanggung jawab mendanai pemulihan Gaza. Sikap ini muncul di tengah kabar bahwa Board of Peace, yang dibentuk atas inisiatif Trump, telah mengamankan komitmen dana lebih dari 7 miliar dolar AS dari negara-negara Teluk dan sejumlah negara lain dalam pertemuan perdananya di Washington pada Kamis 19 Februari lalu.
Berbeda Sikap dengan Koalisi Internasional
Pengumuman Elkin menunjukkan Israel mengambil jarak dari upaya multilateral untuk membangun kembali Gaza, meski tetap berkoordinasi dengan Amerika Serikat dalam urusan keamanan. Negara-negara anggota dewan tersebut seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait telah menjanjikan dana miliaran dolar untuk rekonstruksi. Mereka juga berperan sebagai mediator dalam konflik bersama Mesir dan Turki.
Dengan menolak berkontribusi secara finansial, Israel pada dasarnya menyerahkan tanggung jawab pendanaan rekonstruksi kepada komunitas internasional dan otoritas Palestina.
Dampak terhadap Proses Rekonstruksi
Seperti diketahui, saat ini Gaza menghadapi tingkat kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah serangan militer Israel yang menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina. Kebutuhan dana pembangunan kembali diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS.
Keputusan Israel untuk tidak ikut menyumbang dana meski sejalan dengan sikapnya bahwa Hamas bertanggung jawab atas kehancuran akibat perang tetap menambah tantangan dalam mengoordinasikan proyek rekonstruksi besar-besaran yang sedang disusun melalui kerangka Board of Peace. Sikap ini juga berpotensi mempersulit pembahasan soal tata kelola pemerintahan dan jaminan keamanan di Gaza pascakonflik.





