EtIndonesia. Sejak badai salju hebat melanda, dampaknya menyebabkan puluhan ribu penerbangan dibatalkan atau ditunda. Sejumlah penumpang bahkan mengalami pembatalan penerbangan hingga tiga kali berturut-turut. Gangguan penerbangan diperkirakan berlanjut setidaknya hingga Selasa (24 Februari), kembali menguji kemampuan maskapai untuk memulihkan operasi menjelang akhir musim dingin tahun ini.
Penumpang bandara di Pennsylvania, Daniel Gueyikian, mengatakan: “Penerbangan pertama saya dari Newark tadi malam dibatalkan. Lalu dijadwal ulang pagi ini dari Philadelphia, tapi dibatalkan lagi. Kemudian diubah ke sekitar pukul 1 siang dari Philadelphia—masih dibatalkan. Sekarang dijadwalkan pukul 5 sore.”
Pada Senin (23 Februari), Bandara LaGuardia membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan lepas landas dan mendarat, sekitar 98% dari jadwal hari itu.
Di Bandara Internasional Logan Boston, lebih dari 90% penerbangan dibatalkan. Sementara Bandara Internasional Philadelphia dan Bandara Internasional Newark Liberty masing-masing membatalkan lebih dari 80% penerbangan.
Selain itu, Bandara Internasional T. F. Green menghentikan seluruh operasional sementara.
Menurut data FlightAware, gangguan penerbangan masih akan berlanjut hingga Selasa.
Penumpang bandara Pennsylvania lainnya, Chad Spohn, berkata: “Kami datang lebih awal semalam dan menginap di hotel Marriott. Pagi-pagi kami ke bandara, tapi penerbangan pukul 5.30 pagi dibatalkan. Jadi kami baru berangkat pukul 5.30 sore. Sekarang kami datang terlalu awal dan harus menunggu dua jam hanya untuk check-in dan masuk bandara.”
Maskapai American Airlines, Delta, JetBlue, Spirit, dan United Airlines membebaskan biaya perubahan jadwal dan selisih harga tiket bagi penumpang yang bepergian akhir pekan ini. Sebagian kebijakan fleksibel tersebut berlaku hingga 4 Maret.
Hingga penutupan berita pada Senin, badai salju telah menyebabkan lebih dari 7.500 penerbangan tertunda dan 3.400 penerbangan dibatalkan.
Pada hari yang sama, sejumlah landmark dan institusi budaya—termasuk Museum of Modern Art dan Arlington National Cemetery—ditutup sementara.
Ahli dari National Weather Service menyatakan bahwa meskipun badai mulai melemah pada Senin sore, masih akan turun salju setebal 5–6 inci. Pembersihan salju diperkirakan memakan waktu hingga satu minggu.
Pada 22 Februari, Department of Homeland Security menyampaikan bahwa meski menghadapi keterbatasan dana, Federal Emergency Management Agency (FEMA) akan tetap menjalankan respons bencana dan memberikan bantuan penting bagi para korban.
Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television Wang Ziyi, dari Amerika Serikat.





