Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews- Lumajang, jawa Timur
Gunung Semeru yang terletak di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Setelah sebelumnya meletus pada Selasa petang, erupsi susulan dilaporkan kembali terjadi pada Rabu pagi, 25 Februari 2026.
Dilansir dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, A.P., Erupsi terbaru tercatat pada pukul 07:46 WIB.
"Tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 4276m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut," tulis Liswanto dalam laporan resminya.
Aktivitas ini terpantau masih berlangsung saat laporan dibuat, melengkapi rentetan erupsi yang sebelumnya mencapai ketinggian 3.000 meter pada hari Selasa 24 Februari 2026.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mempertahankan Status Level III (Siaga) dan mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat di sekitar lereng gunung. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, pembatasan aktivitas juga berlaku pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, radius aman ditetapkan sejauh 5 km dari kawah aktif. "Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas pihak pengamat dalam poin rekomendasinya.
Selain pengamatan visual tersebut, masyarakat dihimbau untuk selalu siaga terhadap ancaman awan panas guguran, luncuran lava, serta terjangan lahar di seluruh jalur sungai yang bermuara dari puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan ini sangat ditekankan pada wilayah aliran sungai pada wilayah lintasan material vulkanik, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan
Editor: Redaktur TVRINews





