Armada Militer AS Siaga di Timur Tengah, Warga Iran Khawatir Perang Segera Pecah

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Situasi Kota Teheran, Iran pada Selasa, 24 Februari 2025. Situasi damai di Iran terancam jika Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan nuklir yang berlangsung di Jenewa, Swiss pada Kamis, 26 Februari 2026. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)

DUBAI, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) telah mengumpulkan kekuatan militer terbesarnya di Timur Tengah. Kenyataan ini membuat warga Iran khawatir perang akan segera pecah antara kedua negara.

Minggu ini, AS dan Iran akan menggelar pembicaraan yang krusial di Jenewa, Swiss. Negosiasi ini dianggap sebagai kesempatan terakhir bagi rezim teokrasi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump. Jika kesepakatan tidak tercapai, dikhawatirkan akan terjadi pertempuran antara kedua negara.

Beberapa orang mengatakan situasinya terasa tanpa harapan. Iran sudah terpukul akibat sanksi AS yang sudah berlangsung selama beberapa dekade terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh keputusan Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran pada 2018.

Warga Iran juga baru saja mengalami penindasan paling berdarah terhadap perbedaan pendapat dalam sejarah modern negara itu.

Menurut Associated Press, pada Januari lalu, pasukan keamanan Iran membunuh ribuan orang dan menahan puluhan ribu lainnya dalam gelombang protes berdarah di negara tersebut.

Meski demikian, Iran tetap menuju negosisasi dengan AS pada Kamis (26/2/2026) dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata, dalam waktu sesingkat mungkin. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di platform X pada Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Trump Ancam Serang Iran, Kemlu RI Tegaskan Rencana Kontinjensi Siap

Saat warga Iran menunggu hasil negosiasi di Jenewa, banyak yang khawatir akan pecahnya perang yang dapat melampaui konflik berdarah Iran dengan Irak seperti pada tahun 1980-an.

“Setiap pagi ketika saya bangun, pikiran saya dipenuhi kekacauan,” kata Sepideh Bafarani, wanita berusia 29 tahun yang bekerja di toko pakaian wanita.

“Itu adalah kemungkinan perang, dan situasi ekonomi yang buruk terus berlanjut,” ujarnya, seperti dikutip dari The Associated Press.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : The Associated Press

Tag
  • negosiasi AS dan Iran
  • Iran dibayangi perang
  • Iran
  • Donald Trump
  • perang as iran
  • perang di timur tengah
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Pastinya THR ASN 2026 Cair? Ini Bocoran dari Menkeu Purbaya
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Peneliti BRIN Prediksi Perjanjian Indonesia-AS Tingkatkan Ekspor 15 Persen
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemprov Banten Siap Hadapi Gugatan Tukang Ojek Pandeglang soal Jalan Rusak
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Grup Bakrie Kuasai 6% Saham BIPI, Amankan Proyek Waste to Energy (WtE)?
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik, UBS Tembus Rp3.099.000 per Gram
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.