Pemkab Banyuasin Siapkan Lahan untuk Bangun Gudang Pascapanen Padi

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG — Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menyiapkan tiga opsi lahan untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur pascapanen padi di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan menyusul posisi Banyuasin sebagai daerah dengan peningkatan produksi tertinggi di Indonesia.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan bahwa produksi padi di wilayahnya meningkat hingga mencapai 1,18 juta ton gabah kering giling (GKG).

Meski capaian tersebut membanggakan, dia mengaku ada kekhawatiran terkait dengan kesiapan infrastruktur dalam menampung dan mengolah hasil panen petani.

“Kita senang, bangga [produksi meningkat], tapi kita juga gelisah bagaimana menyelamatkan hasil itu,” katanya dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman dengan Perum Bulog terkait rencana pembangunan infrastruktur pascapanen, Selasa (24/2/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyiapkan tiga pilihan lahan seluas 8,5 hektare, 4,5 hektare, dan 2,5 hektare. Lahan tersebut nantinya akan dihibahkan kepada Bulog untuk dibangun menjadi gudang penyimpanan.

Askolani berharap agar infrastruktur pascapanen yang dibangun nantinya tidak hanya berupa gudang, tetapi juga dilengkapi peralatan pendukung.

“Tentu dengan alat-alat mencakup dryer [pengering], penggilingan serta silo [penyimpanan] sehingga paket lengkap nantinya. Kita juga akan siapkan [lahan] kalau memang berpotensi untuk dibangun infrastruktur untuk hilirisasi,” tuturnya.

Direktur SDM dan Umum Bulog Sudarsono Hardjoesoekarto menyampaikan kapasitas infrastruktur yang akan dibangun akan menyesuaikan dengan luas lahan yang dipilih.

Menurut dia, semakin luas lahan yang tersedia dan semakin baik akses jalannya, maka kapasitas yang dibangun juga akan lebih besar.

“Tapi kalau tanahnya luas dan juga nanti akses jalannya bagus, kita akan bangun dengan kapasitas yang lebih tinggi. Dan itu akan memberikan jaminan bagi petani yang akan memproduksi padinya,” ujar Sudarsono.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa sebelum pembangunan dimulai, Pemerintah Kabupaten Banyuasin harus menyelesaikan proses administrasi, termasuk balik nama dan hibah lahan serta memperoleh persetujuan DPRD.

 “Paling tidak di 2026 ini kita bisa realisasikan pembangunan gudang dulu, untuk selanjutnya baru dilengkapi dengan dryer dan penggilingan,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baznas Pastikan Dana Zakat Tidak untuk Program MBG
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ngamuk Tak Diberi Uang, Pria di Surabaya Aniaya Ibu Kandung
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kerugian Negara Dipulihkan, Kejaksaan Hentikan Kasus Guru Honorer Probolinggo
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Persija Tekuk Malut United 3-2: Macan Kemayoran Samai Poin Persib di Puncak Klasemen!
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Duel Pelatih Persebaya Vs PSM di BRI Super League: Pertarungan Perdana Juru Taktik Eropa
• 16 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.