JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penjualan kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih landai pada pekan kedua Ramadhan 2026.
Beberapa pedagang kurma bahkan menyebut penjualan kurma kali ini sedikit lebih sepi jika dibandingkan tahun lalu.
Salah satu pedagang kurma di Blok B Pasar Tanah Abang, Norma Yunita (40) mengatakan, penjualan secara langsung saat ini masih sepi. Namun, menurutnya penjualan online justru ramai.
"Masih sepi-sepi saja kalau yang beli langsung ya. Tapi kalau yang beli online, di toko saya ramai malah. Rata-rata ebih dari 10 pemesan sehari, baik untuk keluarga atau kantor," ujar Norma saat dijumpai Kompas.com, Rabu (25/2/2026).
"Satu konsumen bisa beli sampai 15 kilogram (kg)," lanjutnya.
Irma menjelaskan, penjualan kurma secara langsung pada tahun lalu ramai karena bersamaan dengan warga yang pulang ibadah umrah. Banyak yang berbelanja kurma Tanah Abang sebagai oleh-oleh atau suguhan untuk syukuran.
Baca juga: Blok F dan G Pasar Tanah Abang Ditertibkan, Satpol PP Siaga hingga Sore
Sementara, penjualan kurma secara online saat Ramadhan setiap tahun biasanya memang ramai.
"Kalau online kan tinggal pesan barang langsung datang. Bisa juga via WhatsApp lalu barang langsung diantar, tidak perlu repot-repot ke Tanah Abang kan," tuturnya.
Sementara itu, untuk tren jenis kurma yang paling banyak dicari menurut Irma setiap tahun tetap sama.
Pembeli rata-rata mencari kurma sukari, kurma ajwa, kurma madu yaman, kurma Tunisia madu, kurma Tunisia tangkai dan kurma medjool.
"Kalau di Blok B ini yang paling laris kurma sukari dan kurma ajwa. Kata pembeli, teksturnya basah dan rasanya manis. Kalau yang pesan online banyak yang cari ajwa," jelasnya.
Sementara itu, harga 1 kg kurma beragam, yakni kisaran Rp 50.000-250.000.
"Yang paling mahal itu kurma medjool Palestina, Rp 250.000 per kg. Yang paling murah Rp 50.000 per kg itu kurma Madina," ungkap Norma.
Kurma Saudi laris manis
Sementara itu, di Blok C Pasar Tanah Abang, kurma Saudi paling banyak diburu warga.