JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI nggak main-main selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M.
Tim penyidik khusus sudah diterjunkan ke seluruh pelosok negeri buat awasi takjil musiman yang lagi ramai di pinggir jalan.
Mulai dari pasar kaget, sekolah, sampai lapak pedagang kaki lima dari Sabang sampai Merauke, semua jadi sasaran operasi senyap BPOM. Padahal, pengawasan ini udah dimulai sejak sepekan sebelum Ramadan tiba!
Kepala BPOM dr. Taruna Ikrar menegaskan, seluruh unit pelaksana teknis BPOM sedang lakukan pengawasan rutin dan intensif setiap hari.
“Tujuannya jelas, pastikan semua makanan siap saji dan takjil di pinggir jalan memenuhi ketentuan keamanan pangan,” ujarnya di kantor BPOM, Rabu (25/2/2026).
BACA JUGA:BPOM Klaim Pengawasan Obat RI Setara FDA AS dan Standar WHO
BACA JUGA:Heboh Obat-obatan Amerika Bebas Impor ke Indonesia, BPOM Akhirnya Beri Penjelasan Tegas!
Sekarang, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM lagi bergerak aktif di lapangan. Kalau ketahuan ada yang main curang, sanksi tegas langsung menanti.
Taruna mewanti-wanti keras kepada pelaku UMKM dan industri rumah tangga agar jangan sekali-kali pakai bahan kimia berbahaya seperti pengawet ilegal atau pewarna tekstil ke dalam takjil.
“Gunakanlah bahan yang memenuhi ketentuan. Jangan pakai pengawet atau pewarna yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Pelaku usaha harus sadar, itu berbahaya!” imbau Taruna.
Masyarakat diimbau tetap waspada tapi tenang aja, nggak perlu panik berlebihan. BPOM janji akan transparan mengumumkan hasil temuan lapangan pada pertengahan Ramadan nanti.





