MALANG, KOMPAS.TV - Lantunan ayat suci Al Quran menggema di Masjid Ainun komplek UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Jawa Timur yang berada di Janti Kota Malang. Ayat suci Al Quran ini dibacakan oleh siswa bina netra. Kegiatan tadarus al quran ini biasa dilakukan bersama sama saat bulan Ramadan seperti saat ini.
Secara bergantian para siswa tuna netra ini membaca alquran braile yang dibuat khusus bagi penyandang tuna netra. Dengan mengandalkan jari sebagai sensor peraba, mereka membaca Al Quran dengan lancar. Meski terlihat lancar saat membaca al quran, namun ternyata mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa membaca Al Quran braile.
Imam Baroni, salah satu siswa mengaku membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa membaca Al Quran braile. Menurut Imam, dirinya bersyukur saat ini bisa membaca Al Quran braile meski hanya surat surat pendek. Imam juga mengaku baru memulai belajar membaca Al Quran braille saat berada di RSBN.
"Datang ke sini belum tahu sama sekali, jadi hampir satu tahun belajar al quran braille, sekarang alhamdulillah sudah mulai bisa surat surat pendek." Kata Imam.
Sementara itu menurut Muhammad Chafidz, takmir Masjid Ainun yang juga pengajar Al Quran braille menjelaskan bahwa tadarus Al Quran di bulan Ramadan ini sebagai ajang untuk melihat perkembangan siswa dalam membaca Al Quran braille.
"Al Quran braille ini ada tingkat dasar sampai tingkat mahir, kalau dasar dia harus mengenal dan menghafal titik titik huruf hijaiyah." Kata Muhammad Chafidz.
Dengan berbagai macam kegiatan dan keterampilan yang diberikan kepada siswa ini, pihak panti berharap siswa tuna netra ini memiliki bekal saat nanti kembali ke masyarakat.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- tadarus Al-Quran braille
- penyandang tuna netra
- berita Malang





