IMIP catat investasi masuk capai Rp696,91 triliun hingga 2025

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Palu, Sulteng (ANTARA) - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyebut total investasi, yang masuk ke kawasan industrinya, mencapai 41,483 miliar dolar AS atau Rp696,91 triliun hingga akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan pada 2022 sebesar 29,6 miliar dolar AS.

Deputi Direktur Operasional IMIP Yulius Susanto, dalam keterangannya di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, mengatakan lonjakan penanaman modal tersebut mencerminkan kepercayaan global terhadap ekosistem industri yang dibangun di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Investasi di kawasan IMIP terus meningkat secara konsisten. Pertumbuhan ini juga berdampak langsung pada peningkatan serapan tenaga kerja," katanya.

Ia menjelaskan investasi tersebut mencakup pengembangan hilirisasi nikel, pembangunan infrastruktur kawasan, serta ekspansi penyewa manufaktur.

Dengan keberadaan 52 perusahaan yang beroperasi, kata dia, IMIP mengembangkan ekosistem industri terpadu berbasis hilirisasi, mulai dari pengolahan nikel, produksi stainless steel dan carbon steel, hingga bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Ia mengatakan sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia memegang posisi strategis dalam rantai pasok global transisi energi.

Meningkatnya komitmen global terhadap dekarbonisasi dan pengembangan energi terbarukan membuat kebutuhan terhadap mineral nikel diproyeksikan terus tumbuh dalam jangka panjang.

Menjadi salah satu penopang fiskal, ia menegaskan komitmen IMIP dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) guna memastikan keberlanjutan operasional kawasan industri.

Menurut dia, kolaborasi antara perusahaan pengolahan mineral, produsen baterai, dan industri kendaraan listrik di dalam kawasan sebagai upaya menciptakan rantai pasok terintegrasi, meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

"Dari sisi ketenagakerjaan, pertumbuhan investasi berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja nasional. Sampai akhir Januari 2026, jumlah pekerja Indonesia di kawasan IMIP tercatat mencapai 89.849 orang," katanya.

IMIP mencatat sebanyak 82.637 karyawan atau sekitar 92 persen berasal dari Sulawesi.

Sementara, 7.212 pekerja atau 8 persen berasal dari luar Sulawesi, termasuk Pulau Jawa dan wilayah lainnya di Indonesia.

Selain itu, tenaga kerja asal Sulawesi Tengah mendominasi dengan jumlah 26.935 orang.

Dari angka tersebut, sebanyak 14.613 pekerja merupakan warga lokal Morowali.

"Ke depan, IMIP menargetkan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui peningkatan pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta kemitraan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi," kata dia.

Ia mengatakan langkah ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pertumbuhan industri sekaligus menambah nilai positif sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menggelar pertemuan bersama 22 penyewa perusahaan yang aktif beroperasi di kawasan IMIP.

Ia menegaskan Sulawesi Tengah pada prinsipnya terbuka terhadap masuknya investasi.

Namun, kata dia, pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga alam dan ruang hidup masyarakat.

"Tata kelola yang baik harus menjamin lingkungan terlindungi, tenaga kerja diperhatikan, dan masyarakat sekitar merasakan manfaat pembangunan industri,: katanya.

Karena itu, ia mengharapkan sinergi Pemprov Sulteng dan IMIP membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadikan kawasan industri Morowali sebagai kawasan industri yang tertib, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Baca juga: Wamenperin RI ajak IMIP dukung pengembangan IKM di kawasan industri

Baca juga: Kawasan Industri Morowali raih 3 penghargaan Nusantara CSR Award 2025

Baca juga: IMIP setor pajak ke negara 1,16 miliar dolar AS tahun 2023


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zulhas Targetkan Teknologi Pengolahan Sampah Masuk E-Katalog dalam Sebulan
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Pemerintah Diminta Siapkan Opsi Repatriasi WNI jika Kerusuhan di Meksiko Semakin Besar
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Polri Buru WN China Pemasok Alat SMS Blast E-Tilang Palsu ke Indonesia
• 1 jam laludetik.com
thumb
Waspada! BMKG Prakirakan Hujan Petir Intai Enam Kota Besar pada Rabu Hari Ini
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Barella Akui Bodo/Glimt Lebih Layak, Inter Kecewa Usai Tersingkir dari Liga Champions
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.