Setelah seharian berpuasa, berbuka menjadi titik awal tubuh kembali menerima asupan. Beragam hidangan sering kali tersaji dalam satu waktu, menghadirkan pilihan yang berlimpah. Namun, dalam prosesnya, tidak sedikit makanan yang tersisa karena dikonsumsi di luar kebutuhan. Pendekatan mindful eating kemudian hadir sebagai cara untuk menjalani momen berbuka secara lebih tenang, bertahap, dan selaras dengan kebutuhan tubuh.
Terletak di tepian Sungai Denggung, Sleman, Yogyakarta, Garrya Bianti Yogyakarta, resor peraih One MICHELIN Key dari MICHELIN Guide 2025, menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “Senja Berbuka Bersama” dengan pendekatan mindful eating. Konsep ini mengajak tamu untuk menikmati hidangan secara bertahap dan penuh kesadaran, sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan tubuh selama Ramadan.
Pendekatan mindful eating diterapkan dengan mengajak tamu untuk hadir sepenuhnya dalam setiap proses makan, memahami kebutuhan tubuh, serta menghindari konsumsi berlebih. Selain itu, konsep ini juga berkaitan dengan upaya menekan limbah makanan atau food waste melalui penyajian yang lebih terukur.
Food & Beverage Manager Garrya Bianti Yogyakarta, Taruna, menjelaskan bahwa pengalaman berbuka yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada hidangan, tetapi juga pada makna yang menyertainya.
“Mindful eating itu sendiri lebih ke bagaimana kita memaknai rahmat yang diberikan oleh Tuhan, rasa ucapan syukur kita. Kita tidak makan berlebih dan bertanggung jawab dengan apa yang ada di piring kita,” ujar Taruna saat ditemui di Garrya Bianti Yogyakarta, Jumat (6/2).
“Kami ingin mengajak tamu makan dengan tenang, cukup, dan penuh rasa syukur,” tambahnya.
Suasana yang dihadirkan dirancang lebih intim, memungkinkan tamu untuk menjalani momen berbuka dengan ritme yang lebih tenang. Elemen alam seperti aliran air dan semilir angin menjadi bagian dari pengalaman, menghadirkan ruang bagi tamu untuk beristirahat sejenak dari aktivitas harian.
Pengalaman berbuka dilengkapi dengan kurasi hidangan lokal hingga Thai Food otentik racikan Executive Chef Edy Santoso. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tubuh setelah berpuasa, sehingga setiap hidangan dapat dikonsumsi secara bertahap tanpa memberikan beban berlebih.
“Menyusun satu menu buka puasa itu seperti kita bernegosiasi dengan tubuh manusia yang seharian menahan lapar. Kita harus banyak mempertimbangkan menu-menu seperti apa yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh yang seharian kosong,” jelas Edy.
Setiap hidangan dirancang untuk membantu tubuh beradaptasi kembali setelah berpuasa, sekaligus mendukung pengalaman berbuka yang lebih teratur. Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya mengurangi food waste melalui konsumsi yang lebih bijak.
Informasi lebih lanjut mengenai program “Senja Berbuka Bersama” dapat diakses melalui akun media sosial resmi Garrya Bianti Yogyakarta.





