Jakarta, VIVA – Perusahaan pembiayaan atau multifinance PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk mengklaim konsisten menjaga kualitas pembiayaan dengan baik di sepanjang 2025.
Hal ini tercermin dari rasio NPF-Gross yang tercatat sebesar 2,17 persen dengan NPF-Net sebesar 0,95 persen. Hingga akhir tahun lalu, perusahaan pembiayaan yang dikenal dengan sebutan WOM Finance ini telah mencatatkan realisasi penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, atau mengalami peningkatan 9,35 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Di samping itu, perseroan juga melaporkan adanya pertumbuhan positif pada total aset perusahaan menjadi sebesar Rp7,37 triliun, meningkat 6,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total ekuitas tercatat sebesar Rp1,98 triliun, tumbuh sebesar 4,81 persen, serta laba bersih mencapai Rp142,55 miliar dengan Return on Assets (ROA) sebesar 2,41 persen dan Return on Equity (ROE) senilai 7,45 persen.
Anak usaha Maybank Indonesia itu juga telah melaksanakan berbagai langkah strategi untuk memperkuat struktur pendanaan. Hal ini tercermin dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp1,5 triliun melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), serta perolehan fasilitas pinjaman kredit dari perbankan yang mencapai Rp1,65 triliun.
“Pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan strategi bisnis yang tepat menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan Perusahaan. Capaian ini menjadi pondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” kata Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, Rabu, 25 Februari 2026.
Ke depannya, ia mengaku tetap optimis mempertahankan kinerja positif melalui pengembangan layanan digital, penerapan strategi bisnis yang tepat, peningkatan kualitas pembiayaan, efisiensi biaya, serta penguatan jaringan bisnis.
Di tengah dinamika pasar dan perubahan perilaku konsumen, WOM Finance akan terus menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin.
"Strategi ini tentu diharapkan semakin memperkuat fundamental operasional serta menjaga posisi kami di industri pembiayaan nasional," jelas Cincin.





