BPBD Lombok Tengah Sebut 1.500 Keluarga Terdampak Banjir

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Genangan banjiryang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (BTB), Selasa (24/2/2026). (Sumber: Antara/Akhyar Rosidi)

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.TV - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sekitar 1.500 keluarga terdampak banjir di wilayah itu.

Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Rabu (25/2/2026), menyebut pihaknya masih mengasesmen kerusakan dampak banjir yang terjadi sejak Senin (23/2) hingga Selasa (24/2).

"Pascaterjadi bencana alam tersebut, kami sedang melakukan pendataan dampak yang ditimbulkan," kata dia, seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Kondisi Terkini Banjir Rendam Kuta Bali, Wisatawan Dievakuasi dengan Perahu Karet | SAPA PAGI

Menurutnya, berdasarkan data sementara, banjir terjadi akibat cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi selama dua hari dua malam.

Sebanyak tiga  kecamatan terdampak banjir tersebut, yakni Kecamatan Pujut, Praya Barat dan Kecamatan Praya Timur.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara jumlah warga yang terdampak mencapai 1.500 kepala keluarga yang tersebar di beberapa desa di 3 kecamatan tersebut.

"Kondisi saat ini air telah mulai surut," tambahnya.

Ia mengatakan hujan mengakibatkan air sungai meluap dan masuk ke rumah warga.

Beberapa titik jalan di Lombok Tengah tergenang banjir seperti di wilayah Desa Kuta, serta fasilitas umum juga terdampak.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Antara

Tag
  • banjir lombok tengah
  • bpbd lombok tengah
  • lombok tengah
  • banjir
  • kabupaten lombok tengah
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RLCO Bentuk Anak Usaha Baru, Pisahkan Bisnis Walet dan Produk Nutrisi Laut
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Strategi Trinland (TRIN) dan True Land (TRUE) Kejar Recurring Income Rp1,5 Triliun
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kecelakaan Maut Kereta Api Tabrak Mobil di Grobogan, 3 Orang Tewas
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Nenek Fandi, ABK Asal Medan yang Dituntut Hukuman Mati: Cucu Saya Tak Bersalah!
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
SPPG Tidak Boleh Monopoli Pemasok Bahan Pangan MBG
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.