jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri meminta agar warga negara Indonesia (WNI) yang ingin ke Meksiko untuk menunda perjalanan.
Hal itu lantaran adanya situasi yang tidak kondusif sejumlah wilayah di Meksiko setelah tewasnya pimpinan kartel narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG) El Mencho.
BACA JUGA: Meksiko Mencekam Setelah Bos Kartel Tewas, Kemlu: WNI Dipastikan Aman
“Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif,” ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, pada Rabu (25/2).
KBRI Mexico City sendiri mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan maupun tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif.
BACA JUGA: Terkendala Administrasi, Pemulangan 15 WNI Korban Penipuan di Kamboja Terhambat
Mereka juga meminta WNI mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City.
Adapun, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Mexico City dan Konsul Kehormatan RI di Guadalajara disebut terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Meksiko.
BACA JUGA: Ribuan WNI Keluar dari Sindikat Penipuan Daring di Kamboja
“Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan,” kata dia.
Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah.
Diketahui, gelombang aksi kekerasan melanda sejumlah wilayah di Meksiko setelah tewasnya pimpinan kartel narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG) El Mencho.
El Mencho (Nemesio Ruben Oseguera Cervantes) tewas dalam operasi besar-besaran aparat keamanan Meksiko pada akhir pekan lalu.
Dalam operasi tersebut, tujuh anggota CJNG lainnya turut dilaporkan tewas. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjelasan Menko Yusril soal Kezia & WNI Tentara Bayaran
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




