Momentum Krusial Tomas Trucha: Kalahkan Persebaya dan PSM Harus Lepas dari Bayang Bernardo Tavares

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, FAJAR — Aroma rivalitas klasik terasa kuat jelang duel panas antara PSM Makassar kontra Persebaya Surabaya. Pertemuan dua klub warisan era Perserikatan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertarungan gengsi, emosi, dan momentum kebangkitan.

Bagi PSM Makassar, laga ini memiliki makna lebih dalam. Selain menghadapi lawan kuat, Juku Eja juga berupaya keluar dari bayang-bayang era pelatih sebelumnya, Bernardo Tavares — sosok yang pernah membawa klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu mencapai puncak kejayaan.

Pelatih PSM saat ini, Tomas Trucha, menegaskan timnya datang dengan kesiapan penuh meski dihantam jadwal kompetisi yang padat.

Menurut pelatih asal Republik Ceko tersebut, rentetan pertandingan dalam waktu singkat menjadi tantangan serius bagi timnya. Namun kondisi itu tidak boleh menjadi alasan kehilangan poin lagi.

“Jadwal yang berat buat kami, empat pertandingan dalam 16 hari. Kami tidak mengumpulkan poin maksimal di beberapa laga terakhir. Kami sudah menganalisis tim lawan dan kami tidak bisa menunggu. Kami harus bertarung untuk setiap poin yang tersedia,” ujar Trucha, Selasa (24/2).

Adu Strategi dengan Mantan Arsitek

Laga ini semakin menarik karena Persebaya kini ditangani Bernardo Tavares — pelatih yang selama 3,5 tahun membangun fondasi kuat di PSM Makassar.

Tavares bukan sosok asing bagi skuad Juku Eja. Ia mengenal karakter tim, kultur klub, hingga sebagian besar pemain yang kini akan menjadi lawannya sendiri.

Namun Trucha menilai faktor tersebut hanyalah bagian dari dinamika sepak bola profesional.

“Saya tahu pelatih mereka pernah menangani PSM selama 3,5 tahun, menjadi keluarga dan memenangkan trofi. Tetapi ini profesional. Kami respek satu sama lain, namun mereka mempersiapkan timnya dan kami juga melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, fokus utama timnya adalah memperbaiki detail teknis permainan, terutama dalam memaksimalkan situasi bola mati dan distribusi umpan yang sebelumnya menjadi kelemahan PSM.

“Servis adalah bagian penting permainan. Kami melakukan beberapa kesalahan sebelumnya, dan kedua pelatih tentu mencoba meningkatkan aspek ini,” katanya.

Kesempatan Bangkit Dua Tim

Baik PSM maupun Persebaya sama-sama datang dengan catatan kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir. Situasi ini membuat pertandingan menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk kembali ke jalur kemenangan.

Trucha menyebut hasil buruk sebelumnya sebagai pelajaran berharga yang harus dijawab dengan performa lebih baik.

“Dua tim ini tidak meraih hasil bagus di laga terakhir. Ini kesempatan untuk mengubah situasi. Kami harus belajar dari pertandingan sebelumnya dan saya berharap bisa meraih poin penuh,” tegasnya.

Yuran Fernandes: Profesional di Atas Segalanya

Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, juga menegaskan kesiapan tim menghadapi laga berat tersebut. Ia mengakui kualitas Persebaya, namun tetap percaya pada kemampuan skuad Juku Eja.

“Kami sudah memperbaiki banyak hal dari pertandingan sebelumnya. Besok laga berat, lawan punya pemain bagus, tapi saya percaya kami juga memiliki pemain yang bagus,” ujarnya.

Pertandingan ini juga menghadirkan nuansa emosional bagi Yuran yang memiliki hubungan baik dengan Bernardo Tavares. Meski demikian, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama.

“Dia membawa kita juara dan melakukan pekerjaan luar biasa selama 3,5 tahun. Hubungan kami baik, saya menganggap dia teman. Tapi di lapangan kami adalah lawan yang harus dikalahkan,” tegasnya.

Tavares: Emosi Ditinggalkan di Luar Lapangan

Di sisi lain, Bernardo Tavares mengakui PSM Makassar memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya di Indonesia. Namun ia memastikan sentimen pribadi tidak akan memengaruhi pendekatannya dalam pertandingan.

“PSM adalah klub yang sangat bermakna bagi saya. Tetapi saya seorang profesional. Sekarang saya berada di tim berbeda dan kami akan berjuang melakukan yang terbaik,” ujar Tavares.

Ia juga menilai PSM tetap sebagai tim kuat dengan kualitas pemain yang mumpuni, sehingga anak asuhnya harus tampil maksimal.

“Kami akan melawan tim bagus dengan pemain berkualitas. Kami harus belajar dari pertandingan sebelumnya dan tampil lebih baik,” katanya.

Lebih dari Sekadar Laga

Pertandingan ini menjadi titik krusial bagi PSM Makassar. Kemenangan tidak hanya berarti tambahan poin, tetapi juga simbol transisi menuju era baru di bawah Tomas Trucha — keluar dari bayang kesuksesan masa lalu dan membangun identitas permainan sendiri.

Di Surabaya, bukan hanya strategi yang akan diuji, tetapi juga mentalitas juara yang sedang dicari kembali oleh kedua tim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPS Budi Dharma Marunda Dikeluhkan, Sampah Kerap Meluap kek Jalan saat Hujan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Semeru Kembali Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Sepanjang Besuk Kobokan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FIFA Series 2026: Momentum Emas Timnas Indonesia Setelah Gagal ke Piala Dunia
• 12 menit lalubola.com
thumb
Taruh Fokus Lawan Vietnam, Pemain Naturalisasi Malaysia Tanggapi Santai Jelang Keputusan CAS 
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Aniaya Petugas SPBU di Cipinang, Pelaku Ternyata Pakai Pelat Nomor Palsu
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.