Kanselir Jerman Friedrich Merz mendarat di China pada Rabu (25/2). Merz dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Laporan berbagai media Barat lawatan ini ditujukan untuk mempererat hubungan perekonomian antara China dan Jerman. Kunjungan Merz itu juga dilakukan di tengah sejumlah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memicu kekacauan global.
Kekacauan tersebut dipicu pemberlakuan tarif serta berbagai kebijakan luar negeri AS di bawah komando Trump.
Adapun hubungan Jerman, yang merupakan sekutu AS, semakin erat dengan China. Tahun lalu, China menjadi mitra dagang terbesar bagi Jerman, menggeser posisi yang selama bertahun-tahun ditempati AS.
Lawatan Merz juga menjadi bagian dari gelombang kunjungan pemimpin Barat ke China sejak akhir 2025 sampai awal 2026 ini. Sebelum Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, hingga Perdana Menteri Inggris Keir Starmer lebih dulu menggelar kunjungan kenegaraan ke China.
Sebelumnya, pekan lalu, Merz memastikan lawatannya ke China akan membawa rombongan besar pengusaha dari Jerman.
“Jerman yang bergantung pada ekspor membutuhkan hubungan ekonomi di seluruh dunia,” kata Merz seperti dikutip dari Reuters.
Setibanya di Beijing, sebelum bertemu Xi Jinping, Merz langsung bertemu Perdana Menteri China Li Qiang. Kedua kepala pemerintahan itu meneken perjanjian tentang perubahan iklim dan ketahanan pangan.





