FAJAR, TAKALAR – Pemerintah Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, mengubah wajah pelayanan publik menjadi aksi nyata kepedulian sosial melalui program “Rabu Ramadan Berbagi”.
Setiap hari Rabu sepanjang bulan suci, jajaran kecamatan turun ke jalan untuk membagikan takjil gratis. Sebuah inisiatif yang dirancang sebagai simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga Takalar.
Program berbagi takjil ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan menjadi sebuah gerakan kolektif. Kegiatan yang berpusat di sejumlah titik strategis wilayah Pattallassang ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, perangkat kelurahan/desa, warga sekitar, hingga pelaku UMKM lokal.
Camat Pattallassang, Bansuhari Said, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pembagian makanan berbuka. Ia memandang Ramadan sebagai ruang untuk mentransformasi ibadah individual menjadi aksi empati sosial yang berdampak luas.
“Kami ingin memastikan semangat Ramadan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Berbagi takjil ini adalah wujud komitmen kami untuk terus dekat dan peduli dengan kondisi warga,” tutur Bansuhari Said, Rabu (25/2/2026).
Aksi rutin ini merupakan implementasi langsung dari visi besar Pemerintah Kabupaten Takalar yang menitikberatkan pada tiga pilar utama: religiusitas, kepedulian sosial, dan pelayanan publik yang responsif. Melalui pendekatan yang humanis, Kecamatan Pattallassang berusaha menghapus sekat antara birokrasi dan rakyat.
Menariknya, di sela-sela pembagian takjil kepada pengguna jalan dan pekerja informal, jajaran pemerintah juga menyelipkan pesan-pesan edukatif. Sosialisasi mengenai ketertiban lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan, hingga aspek keamanan selama bulan Ramadan disampaikan secara persuasif.
Respons masyarakat terhadap inisiatif “Rabu Ramadan” ini sangat positif. Warga merasa terbantu tidak hanya secara materiil, tetapi juga merasakan kehangatan suasana gotong royong yang kembali hidup di tengah kesibukan menjelang waktu berbuka.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Pattallassang berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai dasar pembentukan budaya pelayanan yang lebih inklusif.
Transformasi dari pelayanan administratif menuju pelayanan yang berbasis kepedulian diharapkan terus berlanjut, menjadikan kolaborasi pemerintah dan masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan di Takalar. (*)





