JAKARTA, KOMPAS.com – Lokasi bekas bongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi celah pemotor untuk melintas.
Diketahui, bekas bongkaran tiang monorel itu berada di median jalan yang membatasi jalur cepat dan jalur lambat Jalan Rasuna Said.
Pada salah satu titik bekas bongkaran, tampak seorang pemotor berpindah dari jalur cepat ke jalur lambat. Pemotor itu mengangkat kendaraannya melewati sisa bangunan tiang yang tingginya sekira 15 cm.
Baca juga: Tiang Monorel Rasuna Said Selesai Dibongkar, Bekas Fondasi Masih Berserakan
Sementara, orang yang dibonceng pemotor itu turut membantu mengangkat kendaraan tersebut. Keduanya lalu menyeberang menuju pom bensin yang terletak di sisi kiri jalan.
Celah bekas bongkaran tiang pada median jalan sedianya sudah ditutup menggunakan pembatas beton sehingga pengendara tidak dapat berpindah jalur dengan leluasa.
Namun, celah median di dekat Halte Transjakarta Patra Kuningan tampak dijaga “Pak Ogah” yang mengatur kendaraan yang berpindah lajur.
Pembatas jalan berupa water barrier berwarna oranye yang semula menutup celah tersebut digeser ke pinggir sehingga akses jalan kembali terbuka.
Sementara, di dekat Halte Setiabudi, lokasi tiang monorel pertama dibongkar, median trotoar tampak sudah dibongkar dan membentuk cekungan panjang hingga ke jembatan menuju Jalan Kuningan Madya.
Diketahui, pembongkaran seluruh tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah rampung.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan sebanyak 109 tiang monorel yang mangkrak itu sudah dipotong dan dirapikan, menandai babak baru penataan kawasan Kuningan.
Baca juga: 109 Tiang Monorel Selesai Dibongkar, Tinggal Penataan Jalan Rasuna Said
Pantauan Kompas.com di lokasi, Rabu (25/2/2026), hanya tersisa tumpukan pecahan beton penyangga besi di sejumlah titik bekas tiang.
"Monorel yang berjumlah 109, per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Selanjutnya, penataan kawasan Kuningan akan dilanjutkan dengan perbaikan jalur pedestrian, saluran air, dan taman.
Proyek penataan yang semula ditargetkan selesai pada September 2026 tersebut dimajukan menjadi 22 Juni 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun DKI Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




