Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) dua periode, Alex Noerdin meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026). Alex telah banyak berkiprah di dunia politik hingga duduk di pusat kekuasaan Sumatera Selatan.
Mengacu informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp, Alex mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.30 WIB di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa jenazah almarhum saat ini dalam proses pemulangan ke rumah duka di Kota Palembang.
“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Bapak Alex Noerdin di RS Siloam Semanggi Jakarta pukul 13.30 WIB. Jenazah sedang dalam proses dibawa pulang ke Palembang. Rumah duka Merdeka,” demikian bunyi pesan duka yang beredar.
Sebelumnya, kuasa hukum Alex Noerdin, Tities Rachmawati, membenarkan bahwa kliennya menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dia menyebutkan, Alex Noerdin dirawat secara intensif dan fokus menjalani proses pemulihan.
“Klien kami saat ini sedang fokus menjalani perawatan medis. Kami mohon dukungan doa agar beliau segera pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan almarhum terbaring di ruang perawatan intensif (ICU) dengan sejumlah alat medis terpasang di tubuhnya.
Baca Juga
- Jenazah Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dimakamkan di Palembang, Besok Pagi Diterbangkan
- Breaking News: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tutup Usia
Rekam Jejak Alex Noerdin
Alex merupakan politisi yang telah lama berkiprah. Politisi Partai Golkar ini pada 2001 mengikuti pemilihan Bupati Musi Banyuasin berpasangan dengan Mat Syuroh, dan terpilih. Nama Alex sempat melambung kala itu berkat program pendidikan dan kesehatan gratis.
Alex pun terpilih kembali untuk periode kedua. Untuk periode 2007-2012, dia berpasangan dengan Pahri Azhari. Kendati demikian, ia tidak meneruskan jabatannya hingga selesai lantaran mengikuti pemilihan langsung Gubernur Sumatera Selatan pada 2008.
Setelah melepas jabatan sebagai Bupati Musi Banyuasin, Alex Noerdin maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Selatan berpasangan dengan Eddy Yusuf pada 2008. Mereka terpilih berkat kampanye pendidikan dan pengobatan gratis.
Namun, dia kembali tak merampungkan tugasnya lantaran ikut pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Kala itu, dia berpasangan dengan Nono Sampono. Akan tetapi, Alex kalah dalam kontestasi. Pasangan Alex dan Nono hanya memperoleh 202,643 suara alias 4,67% dan menempati posisi lima dari enam pasangan calon.
Dengan demikian, pasangan Alex-Nono pun gagal melaju ke putaran kedua. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta itu pun dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Setelah gagal melenggang sebagai orang nomor satu DKI Jakarta, Alex kembali mancalonkan diri menjadi Gubernur Sulsel di 2013 dan kembali menang. Dia pun menjabat hingga 2018.
Semasa menjabat sebagai Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dikenal luas melalui sejumlah program unggulan yang berdampak besar bagi masyarakat, seperti sekolah gratis tingkat SMA/SMK negeri, layanan berobat gratis, serta penguatan infrastruktur daerah.
Setelah malang melintang sebagai kepala daerah, Alex Noerdin pun masuk Senayan melalui Partai Golkar dalam Pemilihan Umum 2019. Dalam pemilihan legislator tersebut, Alex mendapat suara terbanyak dari daerah pemilihan Sumatera Selatan 2. Dia mengantongi 145.622 dukungan. Sebagai anggota DPR, ia sempat menjadi Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR.
Alex merupakan putra daerah Sumatera Selatan yang berasal dari Gunung Meraksa, Pendopo, Empat Lawang. Alex menamatkan pendidikan di SMA Xaverius 1 Palembang pada 1969. Kemudian, dia meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti pada 1980 dan Sarjana Hukum dari Universitas Atma Jaya Jakarta pada 1981.





