JAKARTA, DISWAY.ID - Wasekjen DPP PDIP Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu, angkat bicara dalam teror yang diterima Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto.
Adian menegaskan bahwa tindakan teror tidak lagi relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan seharusnya diselesaikan melalui dialog yang santun.
“Teror itu sudah nggak laku ya, sudah bukan zamannya. Kalau kita hidup di zaman sekarang, kita harus lebih beradab. Perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa. Duduk di meja sama-sama, sampaikan argumentasi masing-masing, dan biarkan rakyat menjadi jurinya,” ujar Adian menanggapi teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto di Sekolah PDIP, Rabu, 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Tips Lolos Filsafat UGM Jalur UTBK-SNBT seperti Ketua BEM Tiyo Ardianto, Raih Skor 753
Ia menekankan bahwa tindakan teror dalam segala bentuk justru membawa kemunduran, bukan kemajuan.
Untuk itu, ia meminta teror tersebut dihentikan apabila ingin Indonesia lebih beradab.
“Dibandingkan teror-teror, menurut saya pelaku teror itu sudahlah, hentikan kalau kalian mau Indonesia menjadi semakin lebih beradab,” tambahnya.
Adian menekankan pentingnya menyelesaikan perbedaan pandangan dengan cara-cara yang sehat.
BACA JUGA:Diskusi Publik Bareng Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan BEM FISH UNJ, UI Mendadak Tak Hadir
“Singkatnya begini, kata lawan kata, data lawan data, buku lawan buku. Jangan kata, data, buku dilawan dengan teror, intimidasi, dan sebagainya. Nggak boleh. Itu membuat kita menjadi bangsa yang secara keberadaban mundur,” tegasnya.
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto membagikan bukti-bukti bagaimana teror tak hanya terjadi kepadanya usai dirinya mengkritik Presiden Prabowo Subianto dan Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga pada ibunya.
Dengan berani, Tiyo menunjukkan bukti-bukti kalau ibunya mendapat serangan digital lewat pesan WhatsApp.
Isinya, serangan balik terhadap Tiyo soal dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Ketua BEM UGM Gelapkan Dana Penggalangan Dana untuk Mahasiswa Penerima KIP,” begitulah bunyi teror ancaman tersebut disertai bukti-bukti selebaran dan juga foto Tiyo Ardianto.
- 1
- 2
- 3
- »





