SIDOARJO, KOMPAS — Kabupaten Pacitan di Jawa Timur bakal menjadi rumah bagi tulang punggung baru kelistrikan Jawa-Bali. Di sana, Perusahaan Listrik Negara berencana membangun pembangkit listrik tenaga air dengan sistem penyimpanan pompa atau pumped storage terbesar kedua di Indonesia.
General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) Mohammd Fathol Arifin mengatakan, proyek strategis berkapasitas 1.000 megawatt (MW) ini bukan sekadar pembangkit biasa, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan.
Infrastruktur bernama PLTA Pumped Storage Grindulu itu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju net zero emission (NZE). ”PLTA ini akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa bagian Timur dan Bali,” ujar Fathol di Surabaya, Rabu (25/2/2026).
Dia menambahkan, dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten. Oleh karena itu, pihaknya berupaya keras mengerjakan seluruh proses pembangunannya sesuai standar.
Pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu itu akan dimulai dari proses atau tahapan uji kelayakan lokasi. Setelah itu prakonstruksi pembangunan diklaim akan dikerjakan dengan standar lingkungan dan sosial yang ketat. Tujuannya, agar masyarakat menerima manfaat berkelanjutan.
Rencana pembangunan PLTA ini juga telah disampaikan oleh jajaran pimpinan PLN dalam pertemuan koordinasi dengan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada Selasa (24/2/2026).
Pertemuan itu dihadiri tim PT PLN Unit Pelaksana Proyek Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UPP JBTB) 1 Yogyakarta, PT PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Madiun, serta perwakilan manajemen PT PLN UIP JBTB.
Menurut Manager PT PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta Wahyu Kurniawan, proyek pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Saat ini pihaknya sedang menyiapkan uji kelayakan (feasibility study) pembangunan di dua lokasi, yakni di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.
”PT PLN (Persero) berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan,” kata Wahyu.
Dia menambahkan, PLTA Pumped Storage Grindulu berbeda dengan PLTA konvensional. Teknologi pumped storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar (giant battery).
Sistem ini memiliki dua waduk, yakni di atas dan di bawah, yang dihubungkan melalui terowongan air dan unit turbin pompa. Waduk-waduk tersebut sangat efektif untuk menjaga keandalan sistem saat beban puncak.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut baik rencana tersebut dan memberikan dukungan penuh. Ia optimistis kehadiran PLTA ini akan menempatkan Pacitan sebagai pusat inovasi energi di Indonesia. Proyek ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah Pacitan dan sekitarnya.
”Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar. Saya meyakini ada keuntungan jangka panjang bagi daerah karena ini adalah teknologi baru. Saya berharap proyek ini berjalan lancar dan Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih di tingkat nasional,” ujar Indrata.




