Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Generasi muda Betawi didorong kuasai sektor strategis di Jakarta Kota Global.
  • Mahasiswa Betawi serukan penguatan SDM dan adaptasi digital di kampung sendiri.
  • Budaya Betawi harus menjadi tuntunan hidup, bukan sekadar tontonan hiburan semata.

Suara.com - Di tengah transformasi besar Jakarta menuju status Kota Global atau Daerah Khusus Jakarta (DKJ), generasi muda Betawi diingatkan untuk tidak sekadar menjadi saksi sejarah yang terpinggirkan. Dalam diskusi daring bertajuk "Anak Betawi Bisa Apa? Quo Vadis Gerakan Anak Muda Betawi", para aktivis mahasiswa menyerukan perlunya redefinisi gerakan agar tidak lagi terjebak pada romantisme masa lalu atau sekadar kegiatan seremonial.

Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB), Ihsan Wildan, menegaskan bahwa saat ini pemuda Betawi berada di "persimpangan sejarah". Ia menyoroti fenomena masyarakat Betawi yang perlahan tersisih dari pusat kota akibat modernisasi dan pembangunan. Menurutnya, gerakan pemuda Betawi harus bertransformasi dari pelestarian budaya ke penguasaan sektor strategis, seperti pendidikan dan ekonomi.

"Kita tahu masyarakat Betawi itu egaliter, namun ke depan kita harus mampu memegang kendali kepemimpinan," ujar Ihsan dalam pemaparannya, Rabu (25/2/2026).

Ihsan mengkritik kebudayaan Betawi saat ini yang sering kehilangan esensinya. Ia menekankan bahwa budaya harus menjadi nilai hidup (tuntunan), bukan sekadar hiburan (tontonan).

"Anak muda harus duduk di meja pengambilan keputusan, bukan cuma di barisan belakang. Betawi tidak akan hilang karena zaman, namun akan hilang jika anak mudanya kehilangan keberanian," katanya.

Senada dengan Ihsan, Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi (FKMB), Revino Akbar, menyoroti tantangan nyata Jakarta setelah tidak lagi menyandang status Ibu Kota. Ia melihat adanya risiko perubahan sosial masif yang bisa menggerus nilai-nilai komunal Betawi jika tidak diantisipasi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Revino menekankan bahwa pemuda Betawi harus beradaptasi dengan era digital dan aktif dalam ruang pengambilan keputusan. Ia menolak stigma bahwa anak Betawi hanya pandai bersenang-senang tanpa kapasitas intelektual yang mumpuni.

"Kita anak muda Betawi jangan mau hanya jadi penonton di kampung sendiri," kata Revino lugas.

Ia mendorong identitas Betawi masuk ke dalam algoritma kehidupan modern, baik dalam kancah politik maupun ekonomi digital. Revino berpesan agar para intelektual muda tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan akar budaya.

Baca Juga: Hantam Jalan Berlubang di Tanjung Priok, Pengendara Motor Tewas Terserempet Truk

"Jangan biarkan Jakarta menjadi Kota Global yang kehilangan rohnya, dan jangan biarkan anak muda Betawi menjadi intelektual yang kehilangan akarnya," tuturnya.

Diskusi ini menjadi momentum bagi organisasi kepemudaan seperti KMB dan FKMB untuk bersinergi di bawah payung Majelis Kaum Betawi (MKB). Mereka bersepakat bahwa tanpa penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan, dan ekonomi, narasi untuk bangkit di tanah sendiri hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

___________________________

Reporter: Dinda Pramesti K


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Impor Limbah Tekstil dari AS Rawan Disusupi Selundupan Pakaian Bekas
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Tokoh Publik dan Eks Atlet di Sulsel Unjuk Skill, Duel Sengit Senior Padel Tersaji Malam Ini
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Foto: Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan dari Liga Champions
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ngamuk Tak Diberi Uang, Pria di Surabaya Aniaya Ibu Kandung
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tengok Bosphorus Boat Show 2026, pameran kapal di darat terbesar Turki
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.