FAJAR, JAKARTA – Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus meningkatkan kualitas layanan penumpang selama periode peak season Angkutan Lebaran 2026.
Peningkatan layanan dilaksanakan pada seluruh armada kapal PELNI guna memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Manager Komunikasi Korporasi PELNI Nadya Nathasya menyampaikan bahwa PELNI tidak hanya memastikan kesiapan armada dari sisi keselamatan dan operasional.
Tetapi juga terus melakukan inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Di antaranya adalah menghadirkan menu Sarapan Nusantara yaitu nasi kuning yang menghadirkan cita rasa khas daerah Indonesia.
“Menu ini kami rancang untuk mengangkat nilai Nusantara dan menciptakan pengalaman sarapan yang hangat dan berkesan,” ujar Nadya, Rabu (25/2/26)
Selain peningkatan kualitas menu, PELNI juga memastikan standar keamanan makanan penumpang melalui penerapan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Saat ini kapal yang telah tersertifikasi HACCP meliputi KM Kelud, KM Dorolonda, KM Nggapulu, KM Lambelu, KM Sinabung, KM Bukit Siguntang, KM Dobonsolo, KM Awu, dan KM Bukit Raya.
Pada tahun 2026, sertifikasi HACCP akan segera diterapkan pada KM Labobar, KM Gunung Dempo, KM Ciremai, KM Binaiya, dan KM Tilongkabila.
Penerapan standar internasional ini menjadi bentuk komitmen PELNI dalam menjaga kualitas, higienitas, serta keamanan makanan bagi seluruh penumpang selama pelayaran.
Seluruh armada PELNI juga telah menjalani pemeliharaan fasilitas secara intensif disertai dengan standardisasi kebersihan yang lebih ketat di seluruh area publik, kabin, toilet dan fasilitas umum lainnya.
“Kualitas kasur pada armada kami juga telah ditingkatkan menjadi bahan anti bakteri, anti air dan anti api guna meningkatkan kenyamanan dan kebersihan selama perjalanan”, tambah Nadya.
Transformasi layanan yang dilakukan PELNI tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga pada penguatan aspek digital dan keamanan penumpang. Hal tersebut diwujudkan melalui perluasan penerapan fitur smartlock kamar.
Yang mana sebelumnya diterapkan di KM Kelud sebagai pilot project. Pada tahun 2026, fitur ini akan diimplementasikan secara bertahap di KM Bukit Siguntang, KM Awu, dan KM Dorolonda.
Teknologi tersebut memungkinkan akses kabin yang lebih aman, praktis, dan modern melalui sistem digital.
Nadya juga menambahkan bahwa PELNI telah meluncurkan fitur ulasan perjalanan di aplikasi PELNI Mobile, sehingga penumpang dapat langsung memberikan rating dan review setelah perjalanan selesai.
Melalui berbagai peningkatan layanan ini, PELNI memastikan seluruh armada siap mendukung konektivitas nasional dan mobilitas masyarakat di seluruh Nusantara.
PELNI sendiri saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP.
Dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede.
Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (Nasrun Nur)





