Pemilik Mobil EV Disarankan tak Lepas Aki Kendaraan Mereka Saat Ditinggal Mudik

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyarankan pengguna electric vehicle (EV/kendaraan listrik) atau mobil (Internal Combustion Engine) keluaran terbaru tidak melepas aki jika kendaraan ditinggal mudik dalam waktu lama.

EV dan mobil ICE baru butuh perlakuan berbeda saat ditinggal mudik dalam waktu lama, terutama terkait sistem kelistrikan dan elektroniknya. Dia meminta pemilik mobil EV atau mobil baru tidak disarankan sembarangan melepas terminal aki seperti pada kendaraan lama.

Baca Juga
  • Ketua Banggar: Impor 105 Ribu Mobil Niaga India Pakai Duit APBN, Lebih Baik Dibatalkan
  • Viral Harga Mobil Dinas Baru Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, dari Merek dan Jenis Apa?
  • Operator SPBU di Jaktim Korban Penganiayaan Sebut Pelaku Membawa Mobil Seorang Jenderal

"Untuk mobil lama, melepas terminal aki bisa menjadi opsi guna mencegah aki soak atau korsleting. Tapi, pada mobil modern, tindakan itu bisa me-reset (menyetel ulang) berbagai sistem," kata Yannes, Rabu (25/2/2026).

Melepas aki pada mobil dengan sistem elektronik canggih dapat mengganggu pengaturan memori, sistem hiburan, hingga konfigurasi komputer kendaraan yang justru menyulitkan saat digunakan kembali.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Khusus untuk kendaraan listrik, dia menegaskan baterai utama tidak boleh dilepas. Menurut dia, EV tetap mengandalkan baterai 12 volt untuk mengaktifkan sistem dasar seperti komputer, penguncian pintu, hingga layar kontrol.

Jika baterai pendukung tersebut bermasalah, kendaraan bisa gagal beroperasi meskipun baterai utama dalam kondisi baik. Selain aspek kelistrikan, Yannes mengingatkan pentingnya keamanan berlapis.

Pemilik disarankan memilih lokasi parkir yang kering dan tidak rawan banjir, mengaktifkan sistem penguncian bawaan, serta menambah perangkat pengaman seperti kunci setir untuk mobil.

Dia juga mengingatkan untuk tidak menarik rem tangan terlalu keras pada mobil konvensional saat parkir lama guna menghindari rem lengket dan menggunakan pengganjal roda di permukaan datar agar lebih aman.

"Setiap jenis kendaraan memiliki karakter berbeda. Pemilik perlu memahami teknologi yang digunakan agar tidak salah langkah saat meninggalkannya dalam waktu lama," kata Yannes.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya jadi Saksi Kasus Suap DJKA
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Berburu Takjil di Kota Seribu Kue, Bazar Ramadan Mentok Ramai Dikunjungi Warga
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Katherine Elizabeth Short, Putri Martin Short, Meninggal Dunia di Usia 42 Tahun
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Buka Puasa Bersama, Kapolri: Suara Media Adalah Suara Publik yang Harus Didengar
• 9 jam laludetik.com
thumb
Kota Makassar Dikepung Banjir, 5 Kecamatan Terendam
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.