DEPOK, DISWAY.ID - Upaya meningkatkan literasi internasional terus diperkuat Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Perpustakaan Pusat Jusuf Kalla atau Jusuf Kalla Library menerima hibah lebih dari 160 buku berbahasa Inggris dari Kedutaan Besar Jepang melalui program Read Japan Project, Rabu 25 Februari 2026.
Penyerahan koleksi dilakukan langsung oleh Chargé d'Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru, kepada Direktur Perpustakaan dan Kebudayaan UIII, Syafiq Hasyim, dan disaksikan Rektor UIII, Jamhari, beserta jajaran pimpinan universitas dan delegasi diplomatik Jepang.
BACA JUGA:Jawab Tantangan Sandwich Generation, Prudential Indonesia Perkuat Literasi Finansial Gen Z
Hibah tersebut menjadi tambahan penting bagi perpustakaan yang digadang-gadang sebagai salah satu yang termegah di kawasan Jabodetabek.
Saat ini, kapasitas perpustakaan UIII mencapai 180 ribu eksemplar, namun koleksi yang tersedia baru sekitar 42 ribu buku.
Artinya, dukungan literatur internasional masih sangat dibutuhkan untuk memperkaya khazanah akademik kampus berbasis global tersebut.
BACA JUGA:Metode Pembelajaran Ini Terbukti Tingkatkan Nilai Literasi Daerah, Guru Makin Termotivasi
Rektor UIII, Prof. Jamhari, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jepang.
Ia berharap hibah ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas di bidang literasi dan penguatan akademik.
“Kita senang sekali bahwa The Japan Foundation akhirnya menyetujui mendonasikan buku ke perpustakaan kita. Semoga saja ini awal dari rangkaian selanjutnya. Kita berharap bukan hanya terbatas pada buku ini, tapi buku-buku yang lain di masa yang akan datang,” ujar Jamhari.
Menurutnya, koleksi yang diterima mencakup berbagai tema, mulai dari ekonomi, budaya, hingga dinamika sosial Jepang.
BACA JUGA:Z-Talk Baznas Ajak Media dan Mahasiswa Lebih Melek Literasi Zakat
Ia bahkan berharap ke depan tersedia buku-buku bacaan anak dari Jepang untuk melengkapi ruang khusus perpustakaan anak yang telah disiapkan di lingkungan kampus.
“Kampus ini memiliki ruangan khusus untuk perpustakaan anak-anak. Kami ingin menghadirkan literatur yang membuat anak-anak betah berlama-lama membaca, sekaligus mengenal budaya dunia sejak dini,” tambahnya.
- 1
- 2
- 3
- »





