Papua Connection: Hentikan Segala Bentuk Kekerasan KKB, Lindungi Guru & Nakes

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Papua Connection menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan bersenjata yang dilakukan kelompok separatis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.

Inisiator Papua Connection Chales Kossay menyampaikan langsung seruan itu saat Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu (25/2).

BACA JUGA: KKB Serang Pos PT KEL Nabire, 1 Anggota TNI Gugur

Charles mengatakan bahwa perlindungan terhadap guru dan tenaga kesehatan merupakan isu kemanusiaan yang tidak dapat ditawar. 

Menurut dia, mereka merupakan garda terdepan pelayanan publik di Papua, yang keselamatan dan martabatnya harus dijaga, bukan justru menjadi korban kekerasan bersenjata.

BACA JUGA: Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB yang Terlibat Penembakan TNI Hingga Tewas

“Setiap bentuk kekerasan terhadap guru, tenaga kesehatan, dan warga sipil adalah teror kemanusiaan. Tindakan KKB ini tidak hanya melanggar nilai kemanusiaan, tetapi juga merusak harapan masa depan Papua,” kata Charles.

Menurut Charles, persoalan Papua tidak dapat dilihat secara parsial. Dia menambahkan bahwa isu pembangunan, hak asasi manusia, dan keamanan merupakan satu kesatuan yang saling terkait. 

BACA JUGA: KKB Menyerang, 198 Pekerja Tambang Emas PT Kristalin Dievakuasi

"Karena itu, Papua Connection menolak keras kekerasan bersenjata sekaligus menolak provokasi, disinformasi, dan politisasi identitas, termasuk yang memanfaatkan sentimen keagamaan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat Papua,” paparnya. 

Charles juga menekankan dukungan Papua Connection terhadap pembangunan Papua yang berkeadilan, inklusif, dan berperspektif hak asasi manusia. 

Dia menyebut pembangunan, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua, harus dijalankan secara partisipatif dan sesuai semangat Pasal 33 UUD NRI 1945.

“Papua membutuhkan pembangunan partisipatif, semangat Pasal 33 UUD NRI 1945 mesti terealisasikan di Tanah Papua,” katanya.

Charles yakin di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, hal itu bisa terlaksana. “Yang terpenting niat dan tujuannya harus benar-benar untuk kemajuan orang Papua,” katanya.

Melalui deklarasi ini, Inisiator Papua Connection ini menegaskan komitmen merawat kemanusiaan, melindungi warga sipil, serta memperkuat persatuan nasional. 

"Papua adalah bagian sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia. Mari rawat Papua ini dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perkuat persatuan nasional,” kata Charles. (mcr8/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Berpeluang Buka 160 Ribu Formasi CPNS 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Picu Pro Kontra, Indef: Opsen Pajak Perlu Dikaji Ulang, Bukan Dibatalkan
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Achsanul Qosasi Kawal Ujian Doktor Dosen UNIBA Madura, Tegaskan Komitmen Mutu Akademik
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Imbas Kasus Tual, Polri Evaluasi Manajemen Taktis dan Tim Patroli
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis, Daftar Lewat Aplikasi Sapawarga
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.