ADB Siap Guyur Rp45,3 Triliun untuk Proyek Penting RI, Apa Saja?

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Development Bank (ADB) menyatakan terus berkomitmen memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mengejar sasaran pembangunan. 

Untuk diketahui, kemitraan ADB dan Indonesia hampir menginjak umur ke 60 tahun. Kemitraan keduanya telah dimulai sejak 1966, di mana Indonesia adalah salah satu negara pendiri ADB dengan kepemilikan saham terbesar keenam. 

"ADB bangga telah mendampingi Indonesia sebagai mitra terpercaya selama hampir 60 tahun," kata Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov melalui siaran pers, Rabu (25/2/2026). 

Pada tahun ini, ADB menyatakan rangkaian proyek penting untuk Indonesia telah mencapai sekitar US$2,7 miliar atau sekitar Rp45,3 triliun. 

Kendati bentuknya tidak diperinci lebih lanjut, tapi dukungan itu ditujukan kepada reformasi kebijakan terkait pendalaman sektor keuangan dan tata kelola daerah, ketahanan air, transisi energi berkelanjutan dan perlindungan laut. 

Adapun pada 2025, ADB memberi komitmen US$2,4 miliar kepada Indonesia dalam bentuk pinjaman yang dijamin pemerintah. Dukungan itu ditujukan kepada reformasi kebijakan, percepatan perdagangan, meningkatkan produktivitas melalui program pembangunan modal manusia termasuk kesehatan dan pendidikan, serta transisi energi berkelanjutan. 

Baca Juga

  • Skema Pembiayaan Baru Bank Dunia-ADB untuk Tingkatkan Dampak Pembangunan
  • Bank Dunia-ADB Luncurkan Skema Pembiayaan Baru, Garap Proyek di Fiji & Tonga
  • ADB Guyur Pinjaman Rp7,86 Triliun ke PLN untuk Akselerasi Transisi Energi RI

Secara terpisah, bank pembangunan multilateral yang berkantor pusat di Filipina itu turut memberi komitmen senilai US$150 juta melalui operasi sektor swasta (yang tidak dijamin pemerintah). 

ADB menyebut terus memajukan pembangunan infrastruktur dan modal manusia selaras dengan visi misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yakni Asta Cita dan Strategi Kemitraan Negara (Country Partnership Strategy) 2025-2029. 

Kemitraan itu tidak hanya berupa pembiayaan namun juga keahlian praktis, dukungan kebijakan, dan solusi jangka panjang guna membantu Indonesia menghadapi kompleks.

"Sejarah panjang kami di Indonesia mencerminkan pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan komitmen bersama bagi kemajuan Indonesia. Kami mempertahankan keselarasan erat dengan visi pemerintah, sehingga lebih dari sekadar pembiayaan, kami pun memberikan pengetahuan, saran kebijakan, dan kemitraan jangka panjang demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045," pungkas Bobur. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misi Hampir Mustahil, Juventus Masih Bisa Bangkit? Yildiz dan David Jadi Harapan Terakhir!
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Palembang Hari ini, 7 Ramadan 1447 Hijriyah
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Bengkel dan Gudang Mobil Bekas di Klaten Terbakar, 2 Bus Hangus Dilalap Api
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Penjualan Motor Awal 2026 Tumbuh 3 Persen, AHM: Sinyal Ekonomi Membaik
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Ajak Kepala Daerah Manfaatkan Program 3 Juta Rumah
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.